Home / Medan / Aquafarm Hormati Kaldera Toba Jadi Global Geopark UNESCO

Aquafarm Hormati Kaldera Toba Jadi Global Geopark UNESCO

Wakil Gubernur Sumut, Nurhajijah Marpaung saat meninjau obyek wisata Danau Toba, baru-baru ini.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 12/3 (LintasMedan) – PT Aquafarm Nusantara (Aquafarm) terus menunjukkan komitmen dengan menghormati upaya pemerintah terhadap kemajuan pariwisata Danau Toba serta untuk menjadikan Kaldera Toba sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

Selain terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, juga membuat keputusan besar dengan menutup operasional perusahaan di Panahatan, Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipanganbolon Kabupaten Simalungun.

Dalam rangka pemenuhan persyaratan penilaian dari Assesor UNESCO yang akan dilaksanakan pada Juni 2018, Aquafarm juga turut berkontribusi dengan memberikan bantuan sebesar Rp 250.000.000 untuk pembuatan papan penunjuk jalan yang tersebar di berbagai titik dari gerbang Bandara Silangit hingga Kota wisata Parapat.

Penyerahan secara simbolik disampaikan oleh Head of Corporate Affair PT Aquafarm Nusantara Rudi Hertanto, dan diterima oleh General Manager Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba, Dr Hidayati di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, baru-baru ini.

Rudi Hertanto mengatakan, pemberian bantuan ini sesuai dengan arahan dari Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung tentang pentingnya dukungan para pihak, termasuk dunia usaha untuk kesuksesan pengusulan Geopark Kaldera Toba menjadi geopark dunia (UNESCO Global Geopark).

“Harapannya bantuan ini bisa benar-benar memberikan manfaat untuk kemajuan pariwisata, terkhusus dengan Geopark Kaldera Toba menjadi bagian dari Unesco Global Geopark. Semoga tahun status global geopark bisa diberikan oleh UNESCO,” kata Rudi didampingi Humas Medan Office Afrizal Kepada wartawan, di Medan, Senin (12/3/2018).

Sementara itu, Hidayati menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas bantuan dana yang diberikan oleh PT Aquafarm Nusantara untuk pembangunan penunjuk jalan. “Kami akan pergunakan sebaik-baiknya sesuai dengan peruntukkannya,” ucap Hidayati.

Dia juga menyampaikan bahwa adanya panel penunjuk jalan merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi dalam penilaian oleh assesor dari UNESCO.

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top