Home / Peristiwa / Demonstran Robohkan Pintu Gerbang DPRD Sumut

Demonstran Robohkan Pintu Gerbang DPRD Sumut

Demonstran merobohkan pintu pagar Gedung DPRD Sumut saat berunjukrasa menolak revisi  Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3), di Medan, Jumat (9/3). (Foto:LintasMedan/ist) 

Medan, 9/3 (LintasMedan) – Aksi terkesan anarkis dilakukan sekelompok massa saat berunjukrasa di gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat.

Massa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) saat menggelar unjuk rasa menolak Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3), selain melakukan orasi dan menggelar poster, juga melempar tomat ke arah halaman gedung wakil rakyat tersebut.

Pintu pagar utama gedung DPRD Sumut juga menjadi sasaran pengrusakan hingga roboh.

Bukan itu saja, massa demonstran juga mengusir serta menghardik anggota DPRD Sumut Hanafiah Harahap yang berupaya menerima aksi itu.

“Kami tidak mengenal wakil rakyat dari Fraksi Partai Golkar,” ujar salah seorang pengunjuk rasa.

Hanafiah yang coba menenangkan massa dengan mengatakan bahwa dirinya juga mantan aktivis justru semakin mendapat hardikan.

Ulah demonstran memicu emosi politisi Golkar itu dengan meminta mahasiswa menarik ucapannya.

Namun massa yang emosi malah mengusir Hanafiah serta melempari tomat sembari terus mengucapkan sumpah serapah.

Dalam orasinya perwakilan massa yang sedari tadi memberi komando untuk mendobrak pintu gerbang menyatakan, UU MD3 hanya menguntungkan dan menguatkan posisi lembaga legislatif.

“GMKI menolak revisi UU MD3 dan mendesak MK segera melakukan judical review,” tegasnya.

Sementara saat dijumpai wartawan Hanafiah menyesalkan sikap terkesan anarkis yang dipertontonkan demonstran saat menyampaikan aspirasi.

“Boleh saja berdemonstrasi, tapi sampaikanlah dengan santun. Apalagi mereka menyampaikan orasi dengan membawa bendera mahasiswa berarti orang yang berpendidikan dan intelektual,” ucap Sekretaris Komisi C DPRD Sumut ini.

Dia juga mempertanyakan penanggungjawab dari aksi itu, sebab dalam selebaran yang mereka bawa sama sekali tidak menerakan nama dari pimpinan atau kordinator aksi.

“Saya justru mempertanyakan aksi mereka yang telah merobohkam pintu pagar gedung DPRD yang baru direnovasi dan pendanaannya bersumber dari uang rakyat,” ujar Hanafiah. (LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top