Home / Hukum / Disdik Sumut Sesalkan Guru Aniaya Siswa di Nias

Disdik Sumut Sesalkan Guru Aniaya Siswa di Nias

Dokter sedang memeriksa kondisi JM, siswa di Nias yang diduga menjadi korban penganiayaan oknum guru olahraga. (Foto:lintasmedan/ist)

Medan, 6/3 (LintasMedan) – Kasus penganiayaan seorang siswa di Nias oleh oknum guru olahraga beberapa waktu lalu, mendapat perhatian serius pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut.

Kadisdik Sumut Arsyad Lubis menegaskan segera memberi tindakan kepada oknum guru berinisial NH tersebut, jika benar telah melakukan penganiayaan terhadap JM, siswa SMA Negeri 1 Amandraya Nias Selatan.

“Jika benar guru tersebut melakukan penganiayaan terhadap siswanya maka kita akan berikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” kata Arsyad didampingi Kepala UPT Nias Selatan WR Zulu MAPkepada wartawan di kantor Disdik Sumut di Medan, Selasa.

Arsyad juga menyesalkan terjadinya kasus kekerasan itu dan berharap tidak terulang lagi masalah yang sama yang dapat merusak citra pendidikan.

Untuk itu, dia berjanji akan menyelesaikan persoalan tersebut dan menindaklanjuti hasil laporan dari pemeriksaan medis serta laporan pihak kepolisian.

Sebelumnya JM diduga mengalami kekerasan dengan pemukulan dan penganiayaan yang dilakukan oknum guru berinisial NH pada 19 Agustus 2017.

Korban kini menjalani rujukan medis di RS Murni Teguh Medan dikarenakan diagnosa terdapat pembekuan darah pada bagian kening.

Persoalan itu bahkan telah dilaporkan pihak keluarga korban ke kepolisian Resort Nias Selatan.

Namun abang korban, Boi Mendrofa menyesalkan karena hingga kini terkesan tidak ada tindak lanjut dari kasus tersebut.

“Awalnya usai dilakukan pelaporan, PPA Satreskrim Polres Nias Selatan sempat mendatangi lokasi sekolah diduga untuk melakukan pemeriksaan dan bertemu langsung dengan para siswa yang menyaksikan insiden kekerasan tersebut,” katanya.

Namun setelah itu, kata Boi tidak ada lagi panggilan atau tindak lanjut dari pihak kepolisian.

Sementara itu Boi mengungkap, oknum guru yang diduga telah melakukan kekerasan terkesan tak mau bertanggungjawab bahkanb tak pernah mendatangi pihak keluarga untuk membicarakan persoalan tersebut.(LMC-02)

 

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top