Home / Medan / DPRD Medan Minta Walikota Copot Dirut PD Pasar

DPRD Medan Minta Walikota Copot Dirut PD Pasar

Pasar Sukaramai merupakan salah satu pasar tradisional di Medan yang terkesan kurang tertata. Pasar tradisional yang terletak di Jalan AR Rahman Hakim Medan ini, terlihat kotor dan semrawut bahkan kerap menyebabkan kemacetan lalulintas di lokasi itu.(Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 1/3 (LintasMedan) – Kalangan anggota DPRD Medan mendesak Walikota Medan segera mencopot Dirut Perusahaan Daerah (PD) Pasar Rusdi Sinuraya dari jabatannya, karena dinilai tidak mampu dalam menjalankan tugasnya mengelola pasar dan membina pedagang.

“Dirut PD Pasar selaku pejabat pengguna Barang Milik Daerah (BMD), dinilai sering membuat kebijakan keliru sehingga menimbulkan kericuhan diantara pedagang,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Medan Mulia Asri Rambe (Bayek), Kamis.

Rusdi, kata dia terkesan sengaja menciptakan masalah sehingga kerap terjadi kericuhan di antara pedagang.

“Rusdi juga diduga melakukan jual beli meja pedagang, sehingga banyak pedagang yang mempunyai kartu kuning tidak mendapatkan meja untuk berjualan”, beber politisi Golkar ini.

Dia menyesalkan karena seharusnya tugas Rusdi membina, mengawasi dan melakukan pengendalian barang yang berada dibawah pengawasannya sesuai Permendagri 12 Tahun 2017.

“Saya menilai Dirut PD Pasar Kota Medan gagal mewujudkan program dan harapan Pemko Medan saat ini. Untuk itu, saya minta Walikota Medan copot Rusdi Sinuraya, jangan sampai kinerja buruknya merusak citra walikota Medan dalam mewujudkan Medan Rumah Kita” katanya.

Hal senada juga diucapkan Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Medan Bangkit Sitepu. Disebutkannya, bahwa Rusdi Sinuraya bukan membangun pasar-pasar yang ada di Kota Medan, namun makin membuat carut marut pasar dengan melakukan penggusuran tanpa memberikan solusi.

“Ada beberapa indikator penilaian gagalnya PD Pasar dalam mengatasi persoalan pasar di Medan. Di antaranya, terkait masalah penataan ruang dan penertiban para pedagang hingga saat ini masih carut-marut dan tidak beraturan. Sehingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang luar biasa”, katanya.

Selain itu, kata bangkit persoalan relokasi pedagang korban kebakaran di Pasar Aksara dan penggusuran pedagang di Pasar Kampung Lalang juga masih terkendala. “Terbukti, pedagang Pasar Aksara hingga sekarang masih menggunakan bahu jalan sebagai lapak berdagang hingga membuat kemacetan lalulintas,” ucapnya.

Seperti diinformasikan masih banyak persoalan pasar hingga saat ini yang belum juga tuntas. Seperti, Pasar Kampung Lalang, Pasar Kemiri, Pasar Timah, Pasar Marelan, Pasar Aksra dan, Pasar Pringgan.(LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top