Home / Luar Negeri / Penghargaan HAM untuk Aung San Suu Kyi Dicabut

Penghargaan HAM untuk Aung San Suu Kyi Dicabut

Aung San Suu Kyi. (Foto: LintasMedan/dok)

Washington, AS, 9/3 (LintasMedan) – Gelar bergengsi di bidang penegakan hak asasi manusia (HAM) yang diberikan sebuah museum di Amerika Serikat bagi pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, resmi dicabut.

Suu Kyi mendapatkan Elie Wiesel Award enam tahun lalu dari Holocaust Memorial Museum di Amerika atas ‘kepemimpinannya dan pengorbannya yang luar biasa dalam melawan tirani di Myanmar’, sebagaimana dilansir dari BBC Indonesia, Sabtu.

Penghargaan ini juga sebagai pengakuan atas berbagai upaya Suu Kyi dalam ‘mewujudkan kebebasan dan martabat rakyat Myanmar’.

Holocaust Memorial Museum berpandangan Suu Kyi ‘diam saja melihat genosida yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap warga minoritas Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine’.

“Ketika militer menyerang Rohingya pada 2016 dan 2017, kami berharap Anda -yang kami anggap peduli dengan HAM- melakukan sesuatu untuk mengutuk dan menghentikan operasi militer yang dilakukan secara brutal serta mengeluarkan pernyataan solidaritas bagi warga Rohingya yang diserang,” demikian isi surat Holocaust Memorial Museum untuk Suu Kyi.

Selain itu, partai Liga Nasional untuk Demokrasi yang dipimpin Suu Kyi dianggap menolak bekerja sama dengan tim penyelidik PBB dan terus saja mengeluarkan retorika anti-Rohingya.

Partai tersebut juga dituding menghalangi wartawan yang ingin memberitakan pembunuhan besar-besaran dan eksodus warga Rohingya ke negara tetangga, Bangladesh.

Menanggapi keputusan Holocaust Memorial Museum mencabut gelar ‘pahlawan HAM’ untuk Suu Kyi, Kedutaan Besar Myanmar di Washington mengatakan bahwa ‘pencabutan penghargaan ini sangat disayangkan.

Pernyataan yang dikeluarkan Kedutaan Myanmar juga menyebut Holocaust Memorial Museum ‘diperalat oleh pihak-pihak yang gagal memahami situasi yang sebenarnya terjadi di Rakhine’. (LMC-03/BBC)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top