Home / Hukum / Polda Sumut OTT Pungli Dinas Perizinan Padangsidimpuan

Polda Sumut OTT Pungli Dinas Perizinan Padangsidimpuan

Foto: Ilustrasi

Padangsidimpuan, 11/4 (LintasMedan) – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Daerah Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua orang di kantor Dinas Perizinan Kota Padangsidimpuan, Rabu.

Informasi yang dihimpun lintasmedan.com, pihak Polda Sumut hingga berita ini diturunkan masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap dua orang yang diduga terlibat kasus pengutan liar (pungli) tersebut.

Kedua orang itu diketahui bernama Armen Parlindungan Harahap (APH) yang juga menjabat sebagai pelaksana tugas Kabid Pelayanan Dinas Perizinan Pemko Padangsidempuan dan Berlias Lubis selaku Direktris CV Tapian Nauli.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, saat dikonfirmasi pers membenarkan adanya kegiatan OTT tersebut.

“Benar, Tim Saber Pungli Ditreskrimsus Polda Sumut telah melakukan penangkapan terhadap saksi pemberi uang atas nama Berlian Lubis selaku Direktris CV Tapian Nauli,” paparnya.

Setelah dilakukan pengembangan kepada Berlian Lubis selaku saksi, petugas Tim Saber Pungli mengamankan APH yang diduga sebagai penerima uang.

“Dari laci meja kerja APH, tim saber pungli menemukan uang tunai sebesar Rp15 juta yang diduga uang hasil pemerasan yang dilakukan APH kepada saksi dalam hal pengurusan izin pendirian usaha dari CV Tapian Nauli,” ujar Rina.

Dalam proses penerbitan surat izin usaha, APH diduga meminta meminta uang Rp53 juta kepada saksi.

“Penyerahan uangnya dicicil Rp15 juta yang diserahkan pada Selasa (10/4).

Sedangkan, sisanya sebesar Rp38 juta diperkirakan diserahkan sekitar sepekan mendatang apabila proses perizinannya sudah selesai..

Dalam OTT itu, lanjut Rina, petugas Tim Saber Pungli juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp15 juta, dokumen berkaitan dengan perizinan, dua unit telepon selular dan satu lembar kwintasi penyerahan uang.

“Kita sudah memeriksa tiga orang saksi pegawai di Dinas Perizinan tersebut, yakni Suhemi Rangkuti (37), M Zaini Lubis (46) dan C Johanes Gultom (43). Sedangkan untuk pemberi dan penerima uang masih kita tahan di Ditreskrimsus Polda Sumut,” kata mantan Kapolres Binjai itu. (LMC-03)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top