Home / Medan / PT PCM Jalankan Rekomendasi DPRD Medan

PT PCM Jalankan Rekomendasi DPRD Medan

Pertemuan PT Paruh Cakrawala Membentang (PCM) selaku pemenang tender jasa kebersihan di Gedung DPRD Medan, dengan Disnaker dan DPRD Medan. (Foto:lintasmedan/ist)

Medan, 10/4 (LintasMedan) – PT Paruh Cakrawala Membentang (PCM) selaku pemenang tender jasa kebersihan di Gedung DPRD Medan, akhirnya berjanji melaksanakan rekomendasi wakil rakyat dengan tidak melakukan pemecatan terhadap 40 an karyawan.

Hal itu disepakati usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) perusahaan itu dengan Komisi B DPRD Medan, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan serta perwakilan petugas Cleaning Service (CS), Selasa (10/4/2018).

RDP sebelumnya sempat memanas karena adu mulut antara Anggota Komisi B Irsal Fikri dengan Direktur Utama PCM Arifin Said Ritonga. Irsal menuding bahwa PCM telah berlaku semena-mena terhadap petugas CS yang lama dengan mengutip biaya tinggi serta memecat petugas secara sepihak.

Sementara, Said membantah ada pengutipan senilai Rp2,5 juta. Menurut dia, kutipan yang dikenakan untuk membiayai pelatihan tenaga kerja sesuai prosedur perusahaan. “Sebagai perusahaan, kami bertanggung jawab untuk memastikan petugas bekerja profesional dan bisa mengoperasikan alat-alat kebersihan yang akan kami tempatkan,” kata Said.

Setelah melalui perdebatan panjang, Komisi B kemudian merumuskan beberapa rekomendasi yang meminta PCM merekrut kembali semua petugas CS dan sekuriti DPRD Medan yang telah lama bekerja di lembaga itu tanpa terkecuali.

Dewan juga mengingatkan PCM agar tak lagi memungut sepeser pun biaya pendaftaran dari pekerja. Selanjutnya, para pekerja diminta untuk mendaftarkan diri tanpa diwakili. “Kami juga meminta PCM agar tak asal memecat. Kasian petugas ini yang sudah lama dan nyaman bekerja di sini,” tutup Rajuddin Sagala.

Pihak PCM sendiri meminta rekomendasi tersebut disampaikan secara tertulis untuk kepentingan administrasi mereka.

Menanggapi rekomendasi tersebut, sejumlah perwakilan petugas CS yang hadir tak kuasa menahan haru. “Bagaimanapun tempat ini sebagai tempat kami mencari nafkah sejak lama,” kata salah satu perwakilan CS Elysia Lubis.

Pihaknya berharap, ke depan, masalah seperti ini tak terjadi lagi. Mereka hanya ingin ada kepastian nasib untuk bekerja dengan tenang dan nyaman.

Sebagai catatan, sebagian besar petugas CS di sana telah bekerja di atas 5 tahun, bahkan ada yang telah bekerja selama 25 tahun. “Kami berharap bisa bekerja di sini selamanya,” kata salah seorang CS, Edy Irawan. (LMC-03)

 

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top