Home / Sumut / Aqufarm: Pembuangan Ikan Mati ke Danau Toba Ada Unsur Kesengajaan

Aqufarm: Pembuangan Ikan Mati ke Danau Toba Ada Unsur Kesengajaan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Minter Manurung beserta Kabid Lingkungan Hidup Bangun Siagian, Camat Ajibata Tigor Sirait dan Kepala Pos Polisi Ajibata Sudung Siringoringo berdialog dengan masyarakat pengrajin ikan asin, di Desa Sirungkungon, Rabu (2/5). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 6/5 (LintasMedan) – Manajemen PT Aquafarm Nusantara mengungkapkan pembuangan ribuan ekor ikan mati ke sebagian wilayah Danau Toba, Kabupaten Toba Samosir, belum lama ini diduga ada pihak tertentu yang melakukan kesengajaan.

Siaran pers PT Aquafarm Nusantara (PTAN) yang diterima lintasmedan.com, Minggu, menyebutkan, perusahaan yang bergerak di bidang perikanan air tawar terintegrasi tersebut tidak
pernah membuang ikan mati ke Danau Toba.

“Setiap ikan nila yang mati tidak pernah kami buang ke Danau Toba, tetapi dikumpulkan di dalam karung dan selanjutnya diambil oleh para pengrajin ikan asin,” kata Humas PTAN, Afrizal.

Karena itu, menurut dia, kuat dugaan sebelum sejumlah karung berisi ikan mati yang berasal dari keramba jaring apung milik PTAN itu diambil oleh pengrajin ikan asin, ada pihak tertentu yang sengaja mengambil sejumlah karung berisi ikan mati tersebut dan kemudian membuangnya ke perairan Danau Toba.

Tindakan tersebut, lanjut Afrizal, disinyalir bertujuan untuk mendeskreditkan PTAN.

Ia juga menyesalkan perbuatan pihak tertentu sengaja menyebarluaskan video berisi tayangan ikan mati milik PTAN mengapung di perairan Danau Toba.

Afrizal membenarkan bahwa kegiatan pengumpulan ikan mati dari keramba jaring apung (KJA) milik PTAN di Danau Toba, pada Jumat (27/4) lalu pernah mengalami kendala akibat kapal pengangkut menghadapi gangguan teknis pada bagian mesin kapal.

Beberapa saat pasca gangguan teknis yang terjadi pada kapa itu, kata Afrizal, Tim Sanitasi PTAN berinisiatif untuk mengumpulkan ikan mati tersebut dan membawanya ke tempat pengumpulan sementara di area daratan dan menempatkan ikan mati tersebut di dalam karung.

“Namun keesokan harinya atau Sabtu (28/4), kami dikagetkan dengan adanya ikan mati yang mengapung di permukaan danau. Hal ini sangat tidak logis terjadi dan kami menduga hal ini merupakan perbuatan oknum yang kurang bertanggungjawab,” ujarnya.

Terkait tindakan yang mendeskreditkan PTAN, kata Afrizal, pihaknya sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selanjutnya, kata dia, atas penyebaran video tersebut dan video lain yang menampilkan aliran pengolahan ikan asin oleh masyarakat, laporannya sudah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

“Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tobasa Minter Manurung beserta staf, Camat Ajibata Tigor Sirait dan Kepala Pos Polisi Ajibata Sudung Siringoringo telah melakukan peninjauan ke lokasi dan meminta penjelasan dari manajemen PTAN di area proyek Sirungkungon,” katanya.

Dia juga menolak tudingan bahwa kegiatan usaha pengolahan ikan asin yang dilakukan oleh sebagian penduduk di sekitar pinggiran Danau Toba turut menambah tingkat pencemaran air danau.

Padahal, penduduk di sekitar Danau Toba yang selama ini mengembangkan usaha pengolahan ikan asin memastikan bahwa limbah dari sisa pengolahan ikan tersebut juga sudah dibersihkan.

Di sisi lain kata Afrizal, instansi terkait di lingkungan Pemkab Tobasa juga melakukan pembinaan terhadap masyarakat dalam hal mengolah ikan asin, termasuk cara yang tepat mengelola air sisa pengolahan ikan asin agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Saat ini kami juga sedang melakukan evaluasi, pengumpulan informasi dan fakta secara menyeluruh untuk penyempurnaan ke depan,” kata dia. (LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top