Home / Medan / Dewan Tuding Dirut PD Pasar Picu Konflik

Dewan Tuding Dirut PD Pasar Picu Konflik

Beston Sinaga

Medan, 15/5 (LintasMedan) – Anggota DPRD Kota Medan Beston Sinaga menuding Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya sebagai penyebab utama munculnya konflik pedagang Pasar Pringgan.

Pasalnya, sebagian kios sudah dijual pihak PD Pasar pada pedagang dengan harga bervariasi.

“Sekitar 240 kios sudah dijual, dengan harga bervariasi sekitar 10 juta hingga 15 juta per kios,” sebut anggota Komisi C DPRD Medan ini pada wartawan, Selasa (15/5)

Kekisruhan ini mulai terjadi saat PT Parbens dipercaya Pemko Medan untuk mengelola Pasar Pringgan. Bahkan untuk pengelolaan itu, PT Parbens sudah memberi kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,4 miliar.

Ratusan pedagang ribut lantaran mereka sudah membayar kios pada PD Pasar. Kehadiran PT Parbens pun serta merta ditolak pedagang, karena mereka diharuskan membayar lagi untuk mendapatkan kios.

“Persoalan ini yang membuat ribut para pedagang. Bagaimana tidak, PD Pasar diduga sengaja menciptakan keributan, karena mereka bingung PT Parbens yang mengelola Pasar Pringgan,” ujar politisi PKPI ini.

Dia memperkirakan uang yang diraup pihak PD Pasar dari penjualan 240 kios mencapai Rp 2,4 miliar lebih.

Dia meminta agar Walikota Medan segera menanggapi persoalan ini sehingga pedagang dapat nyaman berjualan.

Sementara Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya yang coba dikonfirmasi via seluler tak berhasil dihubungi. Meski ponselnya aktif, namun tak kunjung diterimanya panggilan telepon.

Untuk diketahui, pedagang Pasar Pringgan sudah berulangkali berdemo ke Kantor Walikota Medan dan DPRD Medan menyoalkan pengalihan pengeloaan Pasar Pringgan pada PT Parbens. Pedagang menolak lantaran mereka sudah membayar kios pada PD Pasar dan tak mau lagi membayar ke PT Parbens.(LMC-03)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top