Home / Headline / Sumut Rangkul Pelaku Seni-Budaya Promosikan Pariwisata

Sumut Rangkul Pelaku Seni-Budaya Promosikan Pariwisata

Gubernur Sumut Erry Nuradi bersama Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, Wagub Sumut Nurahajizah Marpaung, Konsul Jenderal beberapa negara sahabat dan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, menekan tombol sirene sebagai tanda diluncurkannya slogan “Sumatera Utara Menawan” atau “Exciting North Sumatera” pada Pesta Rakyat yang merupakan puncak acara Hari Jadi ke-70 Provinsi Sumut, di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (5/5) malam. Slogan baru tersebut diharapkan ikut membuat Sumut semakin menarik ¬†dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 5/5 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat siap merangkul pelaku seni dan budaya agar ikut berperan mempromosikan pariwisata daerah itu dengan mengangkat kearifan lokal.

“Jika pengembangan pariwisata dilandasi dengan basis seni budaya lokal, maka diyakini pariwisata Sumut semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Kepala Disbudpar Sumut, Hidayati kepada pers, di Medan, Sabtu.

Hidayati mengemukakan hal tersebut di sela menyaksikan Pameran Seni Rupa Silaturrahim dan Hormat Murid pada Sang Guru yang digelar di arena Taman Budaya Sumut dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-70 Provinsi Sumut .

Untuk lebih menggairahkan pengembangan pariwisata berbasis seni budaya lokal, menurut dia, Pemprov sumut akan memfasilitas para pelaku seni dan budaya dengan menyediakan sarana gedung di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU).

Di lokasi tersebut, lanjut dia, akan dipamerkan beraneka ragam karya seni serta digelar pementasan seni dan budaya khas tradisional dari berbagai suku dan etnis di Sumut.

Keberadaan pusat pameran seni dan budaya di arena PRSU diharapkan dapat memacu pertumbuhan usaha industri pariwisata.

Sumut sebagai salah satu daerah tujuan wisata, menurut dia, memiliki potensi besar dalam mengembangkan industri keatif berbasis seni budaya lokal, misalnya berbagai jenis cendera mata maupun suvenir dengan sentuhan seni.

Sebab, keberadaan seni budaya lokal di suatu daerah dapat menjadi modal bagi pengembangan pariwisata setempat.

Hidayati menambahkan, selama ini industri pariwisata Sumut masih terlalu bertumpu pada objek-objek wisata konvensional untuk menarik wisatawan, misalnya Danau Toba, Brastagi dan sejumlah objek wisata lain di daerah ini.

“Seolah-olah daya tarik wisata Sumatera Utara hanya sebatas itu, padahal pameran-pameran seni rupa juga dapat menjadi tumpuan industri pariwisata,” katanya.

Untuk itu, pihaknya bersama para pemangku kepentingan atau stakeholders akan terus berupaya merealisasikan pengembangan pariwisata dengan dilandasi basis seni budaya lokal, sehingga diharapkan kunjungan wisatawan ke Sumut semakin meningkat jumlahnya.

Sumut, kata Hidayati, memiliki banyak ragam seni budaya lokal yang sampai saat ini masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Bahkan kekayaan seni budaya tersebut diyakini menjadi objek wisata menarik bagi wisatawan, misalnya tempat-tempat bersejarah, adat istiadat, masakan khas, kesenian tradisional dan karya seni.

Dalam hal pengembangan karya seni, ia berharap pelaku di bidang itu perlu lebih kreatif agar mampu menyesuaikan dengan selera wisatawan.

“Dengan demikian seni budaya Sumatera Utara akan tetap lestari dan kokoh di tengah persaingan global, disamping mampu memberikan tingkat kesejahteraan masyarakat secara memadai,” tuturnya. (LMC-02)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top