Home / Nasional / Wiranto: 155 Napi Teroris Menyerah Tanpa Syarat

Wiranto: 155 Napi Teroris Menyerah Tanpa Syarat

Aparat kepolisian bersiaga di depan rumah tahanan Salemba cabang Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). (Foto: LintasMedan/ist)

Jakarta, 10/5 (LintasMedan) – Menkopolhukam Wiranto menyebutkan sebanyak 155 narapidana dan tahanan teroris di Mako Brimob menyerah tanpa syarat setelah aparat keamanan memberikan ultimatum kepada mereka.

“Tadi kita saksikan bunyi tembakan, bom, granat air mata dan penyisiran dengan cara-cara yang dilakukan,” katanya saat memberikan keterangan resmi pemerintah di Mako Brimob, di Depok, Jabar, Kamis.

Ia menjelaskan, sebelum operasi berakhir ada 10 sisa teroris yang tidak menyerah, kemudian aparat keamanan melakukan serbuan yang dilakukan dengan saksama.

Dalam serbuan tersebut, 10 sisa teroris tersebut menyerah sehingga lengkap 155 teroris menyerah. Sementara, satu orang teroris sudah meninggal akibat tertembak pada Rabu (9/5).

Ia juga menyebutkan Polri telah mengambil kembali 30 pucuk senjata yang sempat dikuasai para teroris.

“Senjata itu bukan senjata organik militer atau kepolisian, tetapi hasil sitaan dari aparat keamanan saat operasi penanganan terorisme sebelumnya,” kata Wiranto.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafruddin menegaskan pada 07.15 WIB pihak Kepolisian RI berhasil mengambilalih Mako Brimob Kelapa Dua di Depok.

Ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam proses pengambilalihan tersebut dan Polri dalam menangani insiden itu selalu berupaya sepersuasif mungkin dan berkepala dingin.

“Saya selalu menekankan dari semua unsur untuk berkepala dingin walaupun teman-temannya menjadi korban,” kata Syafruddin.

Wakapolri juga menyebutkan bahwa kerusuhan terjadi di rutan Salemba cabang Brimob, bukan di Rutan Mako Brimob seperti diberitakan sebelumnya.

Ke Nusakambangan
Dikatakan Syafruddin, seluruh narapidana teroris yang menyandera sembilan anggota Polri di rutan cabang Salemba sekitar Kelapa Dua Depok itu selanjutnya dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah.

“Sudah dipindahkan saat ini dalam perjalanan,” kata Syafruddin.

Ia menambahkan operasi penanggulangan pembebasan sandera tidak menimbulkan korban tewas maupun luka dari pihak narapidana teroris.

Operasi penanggulangan pembebasan sandera anggota Polri itu berlangsung hampir 40 jam dengan pendekatan lunak.

Syafruddin mengapesiasi seluruh anggota Polri dan jajaran yang mampu menjalankan operasi dengan keteguhan hati, kesabaran dan kepala dingin sehingga tidak narapidana teroris yang tewas maupun terluka.

Sementara itu, Komandan Korps Brimob Mabes Polri, Irjen Pol Rudi Sufriyadi menjelaskan bunyi sejumlah ledakan di sekitar Rutan Cabang Salemba Kelapa Dua Depok merupakan upaya penindakan menghancurkan ruangan yang diduga terdapat rangkaian bom dan senjata api yang sempat dikuasai narapidana.

Rudi menjelaskan para narapidana teroris itu beraktivitas selama hampir 40 jam untuk mengambil barang bukti bahan peledak sitaan yang belum sempat dipindahkan penyidik di Rutan Cabang Salemba.

Narapidana teroris sempat mengambil barang bukti berupa bahan peledak yang dirakit menjadi bom termasuk senjata api rakitan ntuk menghancurkan Rutan Cabang Salemba. (LMC-03/KC)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top