Home / Peristiwa / Panglima TNI Tinjau Pencarian Korban KM Sinar Bangun

Panglima TNI Tinjau Pencarian Korban KM Sinar Bangun

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian disambut Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Triwidodo dan Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw serta para pejabat utama Kodam I dan Polda Sumut,  setibanya di Bandara Silangit Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut, Kamis (21/6). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 21/6 (LintasMedan) – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian meninjau proses pencarian dan evakuasi penumpang korban tenggelamnya kapal motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara.

Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan yang terdiri dari perwira tinggi TNI dan Polri bertolak dari Jakarta dan tiba di Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis pagi.

Rombongan Panglima TNI dan Kapolri disambut Kapolda Sumut Irjen Pol. Paulus Waterpauw, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Triwidodo serta pejabat utama Kodam I dan Polda Sumut.

Siaran pers resmi Mabes TNI, menyebutkan, Panglima dan Kapolri akan melihat secara langsung proses pencarian korban hilang akibat tenggelamnya KM Sinar Bangun, pada Senin (18/6).

Turut mendampingi kunjungan kerja itu, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kepala Basarnas Marsdya TNI Syaugi, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aslog Panglima TNI Laksda TNI Bambang Nariyono, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Pangkoarmada 1 Laksda TNI Yudho Margono dan Dankormar TNI Laksda TNI (Mar) Bambang Suswantono.

Sebelum melakukan peninjauan, Panglima TNI dan Kapolri mengelar rapat koordinasi terkait penanganan dan proses evakuasi dan penyelamatan sejumlah yang hingga saat ini masih banyak yang belum ditemukan.

Hingga pencarian hari ketiga, korban hilang akibat tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba tercatat 190 orang.

Selama proses evakuasi dan pencarian korban petugas tim SAR gabungan sempat kewalahan karena angin kencang dan gelombang tinggi.

Untuk mencari keberadaan korban, tim SAR gabungan dilengkapi dengan alat pengukur kedalaman air dan pendeteksi keberadaan kapal remotely operated vehicle (ROV).

KM Sinar Bangun berlayar dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) menuju Pelabuhan Tigaras (Simalungun).

Setelah 30 menit berlayar kapal dihantam angin kencang dan gelombang tinggi.

Kapal kayu tersebut saat berlayar tidak dilengkapi manifes penumpang. (LMC-03)

About Lintas Medan

Comments are closed.

Scroll To Top