Home / Bisnis / Ekspor Nonmigas Sumut Naik 11,34 Persen

Ekspor Nonmigas Sumut Naik 11,34 Persen

Ilustrasi – Aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas internasional Pelabuhan Belawan atau Belawan International Container Terminal (BICT). (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 9/12 (LintasMedan) – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat nilai ekspor nonmigas dari Provinsi Sumut pada Oktober 2018 mengalami kenaikan 11,34 persen dibandingkan periode sama tahun 2017 yaitu dari 734,29 juta dolar AS menjadi 817,60 juta dolar AS.

Data yang dirangkum lintasmedan.com, Minggu, menyebutkan kontributor terbesar ekspor di Sumut pada Oktober 2018 adalah komoditi lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 41,95 juta dolar AS atau naik 14,79 persen, buah-buahan 6,09 juta dolar AS (36,13 persen), dan tembakau 3,83 juta dolar AS (15,59 persen).

Menurut kelompok negara tujuan ekspor pada Oktober 2018, ekspor Sumut ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai 269,88 juta dolar AS.

Tiongkok pada Oktober 2018 merupakan negara tujuan ekspor terbesar Sumut, yaitu 90,13 juta dolar AS, diikuti Amerika Serikat sebesar 89,96 juta dolar AS, dan Malaysia sebesar 70,32 juta dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 30,63 persen.

Sementara, nilai impor nonmigas melalui Sumut selama Oktober 2018 atas dasar cost, insurance dan freight (CIF) tercatat sebesar 522,15 juta dolar AS, atau naik sebesar 13,26 persen dibandingkan bulan September 2018 yang mencapai 461,02 juta dolar AS.

Bila dibandingkan dengan Oktober 2017, nilai impor Sumut mengalami kenaikan sebesar 15,87 persen.

Disebutkan, kenaikan nilai impor Sumut pada Oktober 2018 berkaitan erat dengan peningkatan permintaan terhadap barang modal sebesar 9,19 persen, bahan baku/penolong naik sebesar 19,26 persen.

Sedangkan, impor sejumlah barang konsumsi mengalami penurunan sebesar 22,72 persen.

Golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar adalah mesin/peralatan listrik sebesar 34,13 juta dolar AS.

Nilai transaksi impor Sumut terbesar selama Oktober 2018, yakni dari Tiongkok merupakan sebesar 148,28 juta dolar AS, diikuti Singapura 52,03 juta dolar AS, dan Malaysia sebesar 47,56 juta dolar AS.

Indonesia
Secara kumulatif, ekspor Indonesia selama Januari—Oktober 2018 mencapai 150,88 miliar dolar AS atau naik 8,8 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan nilai ekspor tersebut didukung ekspor migas sebesar 9,9 persen dan nonmigas sebesar 8,7 persen.

“Penguatan ekspor ini menjadi peluang memperbaiki kinerja neraca perdagangan,” kata Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita.

Ia mengungkapkan, kenaikan ekspor nonmigas periode Januari—Oktober 2018 didorong meningkatnya ekspor pertambangan sebesar 27,5 persen dan produk industri sebesar 5,7 persen, meskipun ekspor pertanian turun 8,5 persen.

Sementara itu, kinerja impor selama Oktober 2018 naik sebesar 20,6 persen atau 17,62 miliar dolar AS dibanding bulan sebelumnya (MoM).

Bahan baku/penolong yang berperan signifikan terhadap kenaikan impor antara lain bahan baku olahan untuk industri berupa baja lembaran, gulungan, dan kawat baja, bahan bakar dan pelumas olahan, serta suku cadang dan perlengkapan barang modal.

Menurut Enggartiasto, Pemerintah mengupayakan pencapaian target ekspor nonmigas 2018 dengan menjaga dan terus mendukung peningkatan ekspor produk yang telah tumbuh di atas target.

Produk tesebut, antara lain batubara, besi dan baja, bijih, kerak dan abu logam, berbagai produk kimia, kertas/karton, barang dari kayu, bubur kertas, bahan kimia organik, benda-benda dari besi dan baja, serta produk alumunium.

Selain itu, Pemerintah juga berupaya mendorong peningkatan ekspor produk yang tumbuh di bawah target, namun berpotensi mendukung pencapaian target. Produk tersebut antara lain kendaraan dan suku cadangnya, barang-barang rajutan, pakaian jadi bukan rajutan, mesin/peralatan listrik, alas kaki, plastik dan produk plastik, perhiasan, serat stapel buatan, ikan dan udang, serta kakao/coklat. (LMC-03)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey