Home / Medan / Pemko Medan Terima Buku Pengelolaan Sampah dari Jepang

Pemko Medan Terima Buku Pengelolaan Sampah dari Jepang

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (kedua kanan) menerima buku pedoman pengelolaan sampah dari Direktur Kitakyushu Urban Center IGES Jepang Dr Hiroyuki Kage di Balai Kota Medan, Selasa (5/3). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 5/3 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menerima buku tentang pedoman pengelolaan sampah dari Kitakyushu Urban Center Institute for Global Environtmental Strategies (IGES) Jepang.

Buku yang di antaranya berisi formal rencana kerja The Climate and Clean Air Coalition (CCAC) tersebut diserahkan Direktur Kitakyushu Urban Center IGES Jepang Dr Hiroyuki Kage kepada Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution di Balai Kota Medan, Selasa (5/3).

“Pemko Medan sangat mengapresiasi dan merasa bangga atas partisipasi dan dukungan yang diberikan IGES, guna mengatasi permasalahan sampah,” tuturnya.

Dengan berpedoman pada bukut tersebut, lanjut dia, pengeloaan sampah yang akan dilakukan Pemko Medan nantinya dapat menghasilkan nilai ekonomis dan ramah lingkungan sekaligus permasalahan sampah di daerah itu dapat segera teratasi.

Pada kesempatan itu, pihaknya meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan seluruh pihak agar turut serta berkontribusi membantu Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan dalam menangani permasalahan sampah.

Akhyar juga mengajak semua pihak berperan aktif untuk memperbaiki mindset dan perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta mewadahi sampahnya masing-masing.

Sebelumnya, Direktur Kitakyushu Urban Center IGES Jepang Hiroyuki Kage mengaku, senang atas selesainya penyusunan buku pedoman CCAC tersebut.

“Pemberian Buku Pedoman CCAC merupakan salah satu bentuk kontribusi IGES bagi Pemko Medan agar Medan tetap menjadi kota yang aman, nyaman dan bersih,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia menyatakan bahwa Medan yang belum lama ini mendapatkan nilai rendah dalam hal pengelolaan sampah tidak tepat jika dikatakan sebagai kota terkotor.

“Bagi kami itu tidaklah benar, sebab Medan merupakan kota yang nyaman untuk disinggahi dan menjadi rumah bagi kami. Semoga dengan adanya Buku Pedoman CCAC ini, Pemko Medan dapat mengimplementasikannya,” ujar Hiroyuki Kage.

Sementara itu Kadis DKP Kota Medan, Husni menjelaskan bahwa IGES sejak Mei 2017 telah melakukan pendampingan kepada Pemko Medan dalam upaya mencari solusi permasalahan sampah di Medan.

Sebelum buku pedoman CCAC selesai, ada beberapa tahapan yang dilakukan Pemko Medan bersama tim IGES, di antaranya melakukan pendataan terkait jumlah sampah yang dihasilkan kota Medan setiap hari.

Setelah pendataan dilakukan, tim selanjutnya merumuskan serta saling berkoordinasi untuk proses pengolahan sampah sehingga menghasilkan turunan yang bisa dimanfaatkan.

Pihaknya berharap hasil pengolahan tersebut dapat menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Melalui buku pedoman CCAC, Pemko Medan telah memiliki work plan dalam pengelolaan sampah. Kami berharap ini menjadi awal yang lebih baik dalam menangani permasalahan sampah,” ujar Husni.

Pihaknya juga berharap seluruh pihak dapat ikut serta membantu Pemko setemat mewujudkan Medan menjadi kota zero waste. (LMC-04)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey