Home / Kesehatan / Tips Cara Makan yang Benar Saat Puasa

Tips Cara Makan yang Benar Saat Puasa

Ilustrasi – Salah satu menu buka puasa. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 2/5 (LintasMedan) – Berbagai penelitian menunjukkan, berpuasa memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh seperti menurunkan asupan kalori yang berdampak pada pengurangan berat badan, menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.

Kendati begitu, konsumsi makanan yang berlebihan saat berbuka dan sahur bisa merusak manfaat ini.

Menurut Spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Jakarta, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, konsumsi makanan saat sahur dan berbuka yang berlebihan akan membuat seseorang menjadi tidak produktif.

“Pada sebagian kecil dari orang berpuasa tidak mendapat manfaat dari puasa karena asupan makannya tetap saja saat berpuasa bahkan lebih besar dibandingkan saat tidak berpuasa,” katanya.

Ari mengatakan, konsumsi makanan saat sahur dan berbuka yang berlebihan akan membuat seseorang menjadi tidak produktif.

“Makan yang berlebihan akan membuat kadar gula darah akan naik mendadak dan ini akan merangsang insulin diproduksi berlebihan dan akan merangsang hormon lain sehingga seseorang manjadi mengantuk,” paparnya.

Lambung membutuhkan waktu sekitar 6-8 jam untuk mencerna makanan yang kita konsumsi.

Oleh karena itu, makan secara berlebihan tidak akan berpengaruh untuk membuat perut kenyang.

Dia menambahkan, puasa sendiri sebenarnya memberikan kesempatan kita untuk mengurangi makan dan akan kita mengurangi asupan kalori.

“Jadi kalau kita menggeser makan kita pada sahur dan berbuka kita bisa tidak mendapatkan manfaat puasa yaitu mengendalikan makanan kita selama berpuasa,” tambah Ari.

Makanan pedas
Sementara itu, ahli gizi dari Healthtrendz Lovely Ranganath, menyarankan menghindari makanan pedas karena perut sensitif setelah berpuasa.

Menurut dia, memakan makanan pedas saat berbuka memicu gas dan perut mulas.

Goreng-gorengan pun perlu dihindari karena tidak mengandung kalori. Gorengan dipenuhi lemak yang tidak bisa diproses hati dan akan terseimpan sebagai jaringan lemak.

Gorengan, kata Ranganath, juga dapat berpengaruh pada bangun sahur karena mempengaruhi siklus tidur.

“Tubuh perlu usaha lebih banyak untuk memecah lemak. Kurang tidur juga jadi salah satu alasan berat badan bertambah karena mempengaruhi keseimbangan hormon,” kata Ranganath.

Kurang minum saat puasa menyebabkan dehidrasi dan mengakibatkan kembung setelah berbuka.

Berikut makanan sehat selama berpuasa yang disarankan Ranganath:

1. Buah segar
Makanan yang baik untuk mengisi elektrolit yang hilang setelah berjam-jam puasa. Setelah berpuasa, umumnya kadar gula rendah, buah-buahan segar menyediakan karbohidrat kompleks dan serat yang membantu menaikkan glukosa secara bertahap sekaligus memperbaiki pencernaan. Ia menyarankan untuk menambahkan bubuk kayu manis.

2. Kurma
Buah yang kaya vitamin A, B6, kalium, natrium, zat besi dan magnesium ini membantu menutrisi tubuh setelah berpuasa. Gula alami dalam kurma akan memberi energi untuk beribadah setelah berbuka. Tambahan, kurma juga dapat berfungsi sebagai pelancar konstipasi, yang umum terjadi saat Ramadhan karena perubahan pola makan.

3. Kacang-kacangan
Kacang mengandung lemak baik yang melepaskan gula yang didapat dari kurma secara lebih lambat sehingga merasa kenyang lebih lama.

4. Ikan, daging, ayam
Makanan di atas sebaiknya dimasukkan ke menu berbuka karena protein membantu rasa kenyang lebih lama. Salah satu masalah saat puasa adalah kehilangan massa otot. Konsumsi sapi, domba, ayam atau ikan yang dipanggang atau dimasak dengan berbagai cara membantu mengatasi masalah itu.

5. Roti
Sebaiknya hindari roti putih olahan karena membuat kadar gula naik-turun secara cepat sehingga mudah lapar.

6. Sayuran segar
Sayuran segar mengandung kalori yang rendah, tinggi serat sehingga dapat membantu memberi nutrisi untuk tubuh, pencernaan dan pola tidur.

7. Air
Seliter air lemon ditambah 1-12 liter air putih juga membantu menjaga kesehatan tubuh. Air yang diberi lemon baik untuk hati, mengandung vitamin C dan memberi asupan air untuk otot sehingga tidak mudah lemas dan lesu. Terlalu banyak minum teh akan membuat sering buang air kecil sehingga tubuh kehilangan lebih banyak mineral garam-garaman. Hindari minuman berkafein seperti soda, kopi atau teh mulai empat-lima hari sebelum puasa dan secara bertahap kurangi saat berpuasa. Kafein dapat menyebabkan sakit kepala. perubahan suasana hati dan menyebabkan lekas marah. (LMC-03/berbagai sumber)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey