Home / Bisnis / Pengembangan Wisata Pantai Timur Sumut Perlu Terintegrasi

Pengembangan Wisata Pantai Timur Sumut Perlu Terintegrasi

Para peserta diskusi “Pembangunan Pariwisata Pantai Timur yang Bermartabat” berfoto bersama seusai mengikuti acara tersebut di Taman Siba Medan City Jalan Singgalang Medan, Minggu (30/6). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 30/6 (LintasMedan) – Kawasan pantai timur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) perlu dikembangkan secara terintegrasi karena diyakini memiliki potensi besar meningkatkan kunjungan wisatawan.

Penilaian tersebut terungkap dalam diskusi seputar pembangunan pariwisata pantai timur Sumut yang digagas Badan Koordinasi Pembangunan Masyarakat Pantai Timur (Badko PMPT) Sumut, di Taman Siba Medan City, Minggu.

Dalam diskusi bertajuk, “Pembangunan Pariwisata Pantai Timur yang Bermartabat” dengan moderator Ketua Badko PMPT Syarifuddin Siba tersebut, disebutkan jika kawasan wisata di masing-masing kabupaten/kota tersebut dikembangkan dan dikelola secara terintegrasi, maka lama tinggal atau kunjungan wisata diharapkan bisa diperpanjang.

Sebab, apabila wisatawan ingin menikmati seluruh destinasi dalam satu kawasan wisata bahari di pesisir timur Sumut yang terintegrasi tersebut kelak dipastikan tidak cukup ditempuh dalam sehari.

Kawasan wisata pantai timur Sumut yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka terletak di sepanjang pesisir Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Kota Medan, Kabupaten Serdang Bedagai, Batu Bara, Asahan hingga Labuhan Batu.

Para peserta diskusi menyatakan sepakat bahwa pengembangan kawasan wisata pantai timur Sumut secara terintegrasi efektif menarik kunjungan karena masing-masing destinasi atau desa wisata akan memasarkan secara terintegrasi berdasarkan kawasan atau tema masing-masing.

Menyikapi gagasan dalam diskusi tersebut, pihak Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut berencana mempersiapkan satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus untuk memfokuskan program pembangunan di wilayah pantai timur provinsi itu, terutama dalam pembangunan bidang kepariwisataan.

“Saat ini, kondisi kepariwisataan di kawasan pantai timur Sumut yang sudah terkelola masih sebatas seperti pengelolaan konvensional, belum secara profesional dan menyesuaikan dengan perkembangan destinasi masa kini,” kata Kepala Disbudpar Sumut, Wan Hidayati.

Sebagian besar pemerintah kabupaten/kota yang wilayahnya berada di sepanjang pantai timur Sumut terkesan berjalan sendiri-sendiri dalam mengembangkan sektor kepariwisataan di wilayahnya.

Hidayati menilai, pengelolaan kawasan wisata di sepanjang pantai timur Sumut memerlukan perhatian serius dan saling koordinasi, baik antarinvestor maupun sesama pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sumut.

Padahal, menurut dia, mengembangkan kawasan wisata pantai timur secara terintegrasi perlu direalisasikan agar lokasi wisata di masing-masing kabupaten/kota dapat dipetakan sesuai tema yang saling terkait.

Untuk mengawali rencana itu, menurutnya, terlebih dahulu perlu digagas dan dibangun obyek wisata yang memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan.

“Membangun obyek wisata tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, melainkan juga bisa dengan mendatangkan investor yang dukung oleh berbagai kemudahan dari pihak pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan kepariwisataan pantai timur merupakan salah satu solusi tepat mendongkrak laju perekonomian masyarakat setempat, karena kemajuan pariwisata akan berdampak sangat signifikan bagi aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

“Kami akan memberi perhatian besar ke arah ini. Tolong dukung kami dan beri gagasan-gagasan agar dapat direalisasikan,” ujar Wan Hidayati.

Acara diskusi tersebut turut dihadiri Ketua PWI Sumut Hermansjah, pengurus Badko PMPT Azryn Maridha dan sejumlah tokoh masayarakat Melayu lainnya. (LMC-03)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey