Home / Medan / Pimpinan PT DAR Tak Hadir, DPRD Gagal Putuskan Nasib Yosafat

Pimpinan PT DAR Tak Hadir, DPRD Gagal Putuskan Nasib Yosafat

Medan,15/7 (LintasMedan) – Pimpinan PT.Dian Ratna Abadi ( DAR) selaku perusahaan penanggung jawab cleaning service (CS) DPRD Medan tidak hadir saat digelar rapat dengan Komisi II DPRD Medan membahas nasib salah seorang pekerjanya Yosafat Sudarso yang diberhentikan sepihak hanya karena kotoran tikus.

Akibatnya komisi yang membidangi persoalan pekerja ini gagal memutuskan nasib Yosafat yang sehari-hari bertugas sebagai tenaga kebersihan di DPRD Medan.

Sebelumnya pihak Komisi II DPRD Medan yang dipimpin H.T.Bahrumsyah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait dengan pengaduan Yosafat Sudarso, Senin (15/7) diruang Komisi II yang menghadirkan pihak BPJS Kesehatan , Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Medan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam rapat tersebut,Yosafat berharap adanya keadilan atas nasib yang dialaminya.

Ia mengatakan bahwa dirinya dikeluarkan pihak perusahaan karena dinilai melakukan kesalahan .

” Saya tidak tahu apa-apa tiba-tiba sudah dikeluarkan.Dan saya bekerja di lantai 6 ,tapi katanya ada bau kotoran tikus di salah satu ruangan.Pada hal saat itu saya sedang sakit dan sudah menyampaikan surat dari dokter, ” kata Yosafat.

Dalam pertemuan itu hadir Sapri Piliang, Pengawas PT DAR didampingi Irwan, General Manager PT DAR.

HT Bahrumsyah selaku pimpinan rapat saat itu mempertanyakan persoalan yang dialami pekerjaan sekaligus mempertanyakan pimpinan PT Dian Ratna Abadi (DAR).

Kata,Sapri bahwa pimpinan PT DAR tidak bisa hadir.” Pimpinan kami sedang berada diluar kota jadi beliau tidak bisa hadir ,” katanya sambil menunjukkan surat dari pimpinan.

Namun,saat politisi PAN tersebut mempertanyakan adanya tentang sistem pembayaran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan hal ini tak bisa dijawab.

” Untuk hal itu pimpinan kami yang bisa memberikan jawaban,” kata Sapri.

Terkait dengan persoalan yang dialami cleaning service tersebut,dikatakan Sapri pihaknya sudah memberikan surat peringatan (SP).” Disalah satu ruangan kami menemukan adanya kotoran tikus dan selanjutnya adanya abu rokok,makanya kami berikan peringatan,” ucapnya.

Terkait dengan persoalan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan saat itu Bahrumsyah menyatakan agar kedua instansi tersebut mampu memberikan data yang singkron.

” Jadi kami belum bisa memberikan rekomendasi apa pun terhadap persoalan ini.Kami menunggu kehadiran pimpinan perusahaan , sehingga semuanya bisa tuntas,” kata Bahrumsyah yang akan melanjutkan pertemuan berikutnya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey