Home / Hukum / Legislator: Amdal PT Allegrindo Harus Segera Diaudit

Legislator: Amdal PT Allegrindo Harus Segera Diaudit

Juliski Simorangkir. (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 6/8 (LintasMedan) – Anggota legislatif dari Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Juliski Simorangkir mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat segera melakukan audit terhadap analisa dampak lingkungan (Amdal) peternakan babi milik PT Allegrindo Nusantara di Desa Urung Pane, Kabupaten Simalungun.

“Pemerintah Provinsi Sumut perlu segera melakukan pembentukan tim untuk melakukan audit lingkungan terhadap peternakan PT Allegrindo Nusantara sekaligus menginventarisir seluruh data, termasuk data potensi kerusakan lingkungan di lokasi peternakan maupun di wilayah sekitarnya,” katanya kepada pers di Medan, Selasa.

Disebutkannya, audit lingkungan hidup adalah evaluasi yang dilakukan untuk menilai ketaatan penanggung jawab usaha dan kegiatan terhadap persyaratan hukum dan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Ketentuan tersebut mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2013 tentang Audit Lingkungan.

Politisi PKPI itu mengingatkan bahwa audit lingkungan merupakan salah satu solusi jangka pendek untuk menjawab keluhan masyarakat dan kalangan pemangku kepentingan atau “stakeholders” terhadap kegiatan usaha peternakan babi yang berada di sekitar kawasan Danau Toba tersebut.

“Kami sangat mendukung jika Pemprov Sumut segera melakukan audit lingkungan terhadap aktivitas peternakan PT Allegrindo Nusantara terkait isu limbah dan pencemaran bau yang dihasilkan oleh perusahaan itu,” ujar Juliski.

Dalam upaya mendukung keputusan Pemerintah tentang penetapan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), ia menyarankan kepada investor PT Allegrindo Nusantara agar merelokasi peternakannya.

“Untuk mengakhiri beragam polemik seputar pencemaran lingkungan maupun isu limbah, langkah tepat yang harus dilakukan PT Allegrindo Nusantara adalah memindahkan lokasi peternakannya,” ujar Juliski yang daerah pemilihannya mencakup beberapa kabupaten di kawasan Danau Toba.

Sementara itu, pengamat lingkungan dari Universitas Sumatera Utara (USU) Jaya Arjuna mengatakan bahwa limbah yang dihasilkan dari usaha peternakan babi PT Allegrindo sulit bisa dijamin tidak mencemari air Danau Toba, meski perusahaan itu telah dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah.

Meski pihak PT Allegrindo menyatakan sudah mengolah limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan pengembangan ternak babi, kata dia, tetapi upaya tersebut tidak bisa menjadi jaminan sebelum dilakukan pengujian terhadap limbah dan audit Amdal yang dilakukan secara periodik.

“Dari bau limbah saja sudah bisa diketahui apakah limbahnya sudah diolah sesuai standarisasi dan aturan yang berlaku,” paparnya.

Jaya juga menyatakan prihatin terhadap kondisi lingkungan Danau Toba yang telah mengalami kerusakan cukup parah akibat pembuangan limbah, seperti limbah peternakan babi, keramba jaring apung, limbah rumah tangga dan hotel di sekitar danau vulkanik tersebut. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey