Home / Headline / Pembangunan Ruas Tol Dalam Kota Medan Sangat Mendesak

Pembangunan Ruas Tol Dalam Kota Medan Sangat Mendesak

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (keempat kiri) bersama Dirjen Pembinaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko D Heripurwanto dan Dirjen Bina Marga Sugi Yartanto pada acara pencanangan pelaksanaan studi kelayakan pengusahaan jalan tol dalam Kota Medan, di halaman kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumut Jalan A.H Nasution Medan, Kamis (15/8). (Foto: LintasMedan/Humas)

Medan, 15/8 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menyatakan bahwa rencana pembangunan ruas tol sepanjang 30,97 kilometer di dalam Kota Medan sangat mendesak untuk direalisasikan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas di ibu kota Provinsi Sumut itu.

“Apabila (jalan tol) tidak kita bangun sekarang, maka tiga tahun mendatang jalan di Kota Medan akan stagnan,” katanya pencanangan pembangunan jalan tol dalam Kota Medan atau Medan Intra Urban Toll Road (MIUTR), di Medan, Kamis.

Menurut Gubernur, kehadiran jalan tol dalam Kota Medan tersebut kelak bukan saja mengurangi kemacatan lalu lintas di Kota Medan, tetapi juga menambah geliat ekonomi di Medan dan sekitarnya.

“Jalan tol dalam kota memang sudah harus ada di Medan dan kota lain di Sumut karena lalu lintas di Medan dan sekitarnya sudah sangat padat,” paparnya.

Karena itu, ia berharap pembangunan fisik jalan tol sepanjang 30,97 kilometer itu dapat dilakukan segera mungkin dilaksanakan agar dapat dinikmati masyarakat.

Khusus kepada investor yang akan melakukan studi kelayakan, Edy Rahmayadi berharap, studi dapat segera diselesaikan dengan waktu yang tidak terlalu lama.

“Ini adalah kebutuhan kongkret rakyat Sumut khususnya Kota Medan, setelah ini mari kita serahkan kepada ahlinya untuk melakukan studi kelayakan terhadap pembangunan tol dalam Kota Medan,” ujar dia.

Meski pihak Kementerian PUPR mengemukakan bahwa proses studi kelayakan membutuhkan waktu sekitar 10 bulan, Edy berharap bisa dipersingkat menjadi enam bulan.

Jalan tol dalam Kota Medan itu akan dibangun dalam tiga seksi. Seksi I Helvetia-Titikuning sepanjang 14,28 km.

Kemudian seksi II Titikuning – Pulo Brayan sepanjang 12,44 km dan seksi III Titikuning-Amplas sepanjang 4,25 km dengan total panjang proyek mencapai 30,97 km.

Sebelumnya Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko D Heripoerwanto mengapresiasi langkah cepat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam mendukung percepatan pembangunan jalan tol dalam Kota Medan.

“Kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Studi Kelayakan Pembukaan Jalan Tol Dalam Kota ini bisa terealisasi berkat dukungan dan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mengusahakan jalan tol dalam kota, lima tahun mendatang setelah wujud fisiknya nampak,” ujarnya.

Pembangunan ruas tol dalam kota tersebut akan dibiayai oleh pihak swasta, yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat Sumut.

Setelah pencanangan ini, menurut Eko, masih akan ada 10 tahap lagi untuk menuju financial close, misalnya pengguna jalannya bagaimana, investasinya akan balik berapa, konsesinya berapa tahun, kontraknya berapa tahun dan penetapan tarifnya nanti berapa.

“Kalau itu sudah selesai baru kita bisa melakukan pembangunan konstruksi, idealnya 1 tahun 8 bulan untuk menuju tahap konstruksi,” paparnya. (LMC-03)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey