Home / Sports / Pengprov PRSI Sumut Gelar Pelatihan Pelatih Renang Nasional

Pengprov PRSI Sumut Gelar Pelatihan Pelatih Renang Nasional

Pelatih dari berbagai provinsi se Indonesia mengikuti pelatihan pelatih renang kategori B nasional yang dibuka, Senin (30/9) di Oyo Raz Residen Medan. (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 30/9 (LintasMedan) –  Sejumlah 54 pelatih dari berbagai provinsi se Indonesia mengikuti pelatihan pelatih renang kategori B nasional yang dibuka, Senin (30/9) di Oyo Raz Residen Medan.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama  Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan Pengprov PRSI Sumut.

Ketua Pengprov PRSI Sumut, Muchrid (Coki) Nasution SE dalam sambutannya mengatakan pelatihan pelatih tingkat nasional ini  merupakan salah satu program organisasi yang dipimpinnya untuk mampu menghasilkan perenang-perenang yang berprestasi baik di kancah nasional maupun internasional.

“Belakangan olahraga renang tidak lagi cukup populer, padahal sebelumnya jangankan di tingkat pusat, Sumatera Utarapun mampu mencetak perenang-perenang handal yang memiliki prestasi hingga ke manca negara,” ucap mantan anggota DPRD Sumut yang juga pengusaha ini.

Untuk itu menjelang akhir periode Pengprov PRSI Sumut November 2019 ini, pihaknya menyusun dua agenda penting bekerjasama dengan Kemenpora RI, yakni menggelar pelatihan pelatih serta pelatihan wasit.

“Untuk pelatihan wasit menyusul akan diselenggarakan dari hasil dialog Kadispora Sumut Baharuddin Siagian dengan pihak Kementerian tadi sepertinya juga disetujui,” ucapnya.

Kadispora Sumut Baharuddin Siagian yang hadir pada pembukaan pelatihan pelatih tersebut mengaku sangat mengapresiasi kegiatan itu dan dia berharap bisa diikuti oleh sejumlah cabang olahraga lainnya.

“Saya sangat bangga dengan Pengprov PRSI Sumut yang memiliki obsesi dan cita cita daerah ini mampu kembali menjadi barometer renang nasional,” katanya.

Dia mengakui untuk mampu mendapatkan seorang atlet berprestasi membutuhkan sistem pelatihan yang benar sejak dasar.

Jika tidak mendapat porsi latihan yang benar diyakini prestasi akan hilang justru di saat usia emas (golden age) seorang atlet.

“Inilah pentingnya pelatihan bagi pelatih, karena atlet tidak bisa tercipta secara instan,” ujarnya.

Mewakili PB PRSI, Suroyo menyampaikan agar peserta bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan tersebut, karena kata dia ilmu olahraga dari waktu kewaktu terus berkembang.

” Kenapa seorang yang punya prestasi potensial di usia kanak-kanak justru prestasinya hilang. Padahal seharusnya bisa berkembang hingga pada usia emas,” katanya.

Hal itu, kata Suroyo disebabkan pelatih tidak menerapkan program Long Term Athletes Development yang saat ini sedang gencar di sosialisasikan hingga ke sejumlah daerah.
Saat ini, kata Suroyo tidak ada lagi cara-cara instan dilakukan dalam pembinaan olahraga yang mengakibatkan prestasi renang menjadi terpuruk saat atlet bertanding di event-event besar.

Hadir pada kegiatan itu mewakil KONI Sumut DR Budi Valianto SPD dan Mesnan M Kes.

Ketua panitia, Yopi War yang juga Sekretaris Pengprov PRSI Sumut menyebutkan kegiatan pelatihan berlangsung hingga 4 Oktober 2019, diikuti sejumlah pelatih renang dari Aceh, Sumatera Barat,  Riau, Kepri, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Papua Barat dan sejumlah kabupaten kota di Sumut.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey