Home / Medan / Wartawan Unit Kantor Gubernur Sumut Tambah Wawasan Kunjungi Batam

Wartawan Unit Kantor Gubernur Sumut Tambah Wawasan Kunjungi Batam

Batam, 20/10 (LintasMedan) -Tiga puluh satu wartawan media cetak dan elektronik yang bertugas di Unit Kantor Gubernur Sumatera Utara mengikuti kegiatan kunjungan jurnalistik ke Pulau Batam dan Bintan 17-20 Oktober 2019.

Di Pulau Batam, para jurnalis cetak dan elektronik diterima Badan Pengusahaan (BP) Batam yang memaparkan tentang pengelolaan air bersih dan limbah di Pulau Batam.

Kunjungan dalam kegiatan pengayaan wawasan wartawan ini dipimpin langsung Kepala Bagian (Kabag) Pelayanan Media Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Harvina Zuhra dan Ketua Forum Wartawan Pemprovsu, Khairul Muslim.

Menurut Harvina, bagi pemerintah,  wartawan memiliki peran strategis dalam penyampaian informasi tentang kebijakan pembangunan dan berbagai program kepada masyarakat luas. “Pemerintah sangat membutuhkan media maupun jurnalis dalam mendukung suksesnya pembangunan melalui informasi yang disampaikan kepada publik. Di sisi lain, jurnalis juga menjadi mata dan telinga pemerintah dalam menangkap aspirasi masyarakat yang biasanya disampaikan melalui berita,” kata Harvina Zuhra.

Untuk itu, wartawan perlu memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas serta mengikuti berbagai perkembangan yang ada. selain meperkaya wawasan para jurnalis, kegiatan juga dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan kerja yang baik dan postif  antara humas pemerintah dan jurnalis yang sehari-hari bertugas di Kantor Gubernur.

Adapun tema kunjungan jurnalistik ke Batam adalah bagaimana BP Batam mampu melakukan pengelolaan air bersih dan limbah dengan baik. Selain itu, dilaksanakan juga kunjungan ke Pulau Bintan untuk melihat perkembangan kepariwisataan yang sangat pesat di kedua pulau tersebut.

Kunjungan diterima Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Waduk, Hadjad Widagdo serta Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat BP Batam, Yudi Haripurdaya. Pengelolaan air bersih dan limbah di Pulau Batam termasuk yang terbaik di Indonesia  mengingat pulau yang berada di antara samudera Hindia dan samudera pasifik tersebut tidak memiliki sungai dan danau namun berhasil mengelola air dengan waduk buatannya.

Hadjad dalam kesempatan itu menjelaskan Batam hanya mengharap hujan sebagai sumber air. Untungnya curah hujan di Batam juga tinggi. Sekitar 2400 mm per tahun. Namun setelah adanya perubahan cuaca, elnino dan lainnya curah hujan di Batam mulai berkurang. Waduk di Batam tidak mendapatkan air hujan rutin, sehingga BP Batam melakukan teknologi agar pasokan air di waduk terus tersedia.

“Jadi waduk kita di sini juga waduk buatan. Tidak ada kita danau alami seperti yang ada di Sumut misalnya Danau Toba. Waduk buatan terbesar yang kita miliki adalah Waduk Duriangkang. Dulunya ini air asin. Hanya saja sekarang sudah ditetapkan sebagai sumber air baku terbesar, karena ini memang waduk yang paling besar di Pulau Batam,” ucapnya.

Ke depan BP Batam sedang menjajaki pengelolaan air bersih dari air laut. “Ada beberapa negara sedang menawarkan investasinya salah satunya Korea. Hanya saja kajiannya masih kita pelajari,” kata Hadjad.

Terkait perkembangan kepwariwisataan, Pulau Batam juga maengalami perkembangan yang pesat ditandai dengan jumlah kunjungan wisatawan asing yang meningkat signifikan. Dari angka 1.504.275 wisman pada tahun 2017 menjadi 1.887.244 pada tahun 2018. Pelaku pariwisata, Baskoro menjelaskan Batam dan Bintan saat ini ramai dikunjungan wisatawan asal Tiongkok. Wisatawan asal Tiongkok memilih tour Batam dan Bintan, karena biaya perjalanan yang lebih murah dibandingkan mereka berlama-lama di Singapura.(LMC/rel)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey