Home / Medan / BKM Amal Silaturrahim Minta Sekelompok Orang Jangan Provokasi Umat Islam

BKM Amal Silaturrahim Minta Sekelompok Orang Jangan Provokasi Umat Islam

Medan, 24/10 (LintasMedan) – Badan Kenaziran Masjid (BKM) Amal Silaturrahim dan warga Jalan Timah Putih, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, meminta pihak-pihak yang mengatasnamakan kelompok tertentu agar segera angkat kaki dan meninggalkan masjid Amal Silaturrahim yang lama.

Sebab masjid Amal Silaturrahim yang baru sudah berdiri, bahkan lebih bagus dan refresentatif dari masjid sebelumnya.

Hal itu disampaikan keluarga ahli waris atau pewakaf, Bakti Sutarno, Pengurus BKM Amal Silaturrahim Khairudin, perwakilan sejumlah warga Amirsyam dan ustadz Masdar Tambusai serta perwakilan masyarakat dan organisasi, antara lain Anwar Sadat (Laskar Mujahid) dan Fikri Pohan (Wakil Ketu Pemuda Muhammadiyah) dalam keterangan persnya kepada wartawan di Medan, Kamis (24/10).

Pada kesempatan itu, mereka menegaskan dan membantah informasi dan pemberitaan di publik bahwa terjadinya penyerangan dan pengrusakan Masjid Amal Slaturrahim dilakukan oleh puluhan preman.

“Itu informasi fitnah yang sangat keji. Tidak ada penyerangan, yang ada sesungguhnya adalah pihak BKM dan warga sekitar mengambil barang-barang atau inventaris di masjid lama Amal Silaturrahim yang merupakan asset masjid mereka,”tegas Ustadz Masdar dan Amirsyam.

Ustads Masdar dan Amirsyam mengaku, pengambilan inventaris Masjid Amal Silaturrahim di lokasi lama tersebut dilakukan untuk dipindahkan ke Masjid Amal Silaturrahim baru yang lebih bagus dan refresentatif.

“Kalau sudah ada dibangun masjid yang lebih bagus dan refresentatif ,maka sudah sewajarnyalah kita berpindah apalagi status masjid baru ini sudah diberikan sertifikat yang sah,”katanya.

Untuk itu, para ahli waris , pengurus BKM dan warga sekitar meminta kepada semua pihak maupun mengatasnamakan kelompok, agar segera angkat kaki dan meninggalkan Masjid Amal Silaturrahim yang lama.

“Tolong orang luar jangan buat aksi-aksi apalagi keributan yang mengatasnamakan memperjuangkan dan mempertahankan Masjid Amal Silaturrahim yang lama.

Sebab , menurut dia, warga sekitar kini sudah sadar terhadap upaya kelompok luar yang selalu memanfaatkan masjid mengatasnamakan jihad.

Fikri Pohan juga menyatakan pihaknya siap terus mengkawal Masjid Amal Silaturrahim baru bersama pengurus BKM dan warga sekitar.

“Sebab mereka yang di masjid yang lama itu samasekali bukan penduduk setempat, melainkan hanya memanfaatkan masjid tersebut saja,”katanya.

Lebihlanjut Amirsyam dan Anwar Sadat semula mengakui bahwa sebahagian dari pihak yang turut mempertahankan Masjid Amal Silaturrahim yang lama.

Namun kini, lanjut dia, karena sudah dipindahkan dan dibangun masjid yang lebih bagus dan refresentatif, maka pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Perum Perumnas.

“Kita juga mengacu hasil ijtima’ ulama, yakni Fatwa Nomor 54 Tahun 2014 tentang status tanah yang diatasnya ada bangunan masjid serta pernyataan Ustadz Buya KH Tengku Zulkarnain yang menyatakan dirinya berlepas tangan dari gerakan ‘Ayo Kawal Masjid Kita Masjid Amal Silaturrahim’,” ujarnya.

Dikatakannya, tanah dan bangunan masjid Amal Silaturrahim yang lama berada di atas tanah milik Perum Perumnas.

Beberapa waktu lalu, pihak Perum Perumnas sudah membangun masjid yang lebih baik di depan lokasi lama di atas tanah milik Perumnas.

Jika masih ada pihak-pihak yang masih merasa ngotot tidak mau pindah, kata Amirsyah, tentunya itu adalah perbuatan melawan hukum negara dan hukum agama yang sesuai dengan fatwa MUI Ijtima’ ulama Fatwa tahun 2000, tahun 2012 tentang wakaf dan fatwa tahun 2014.

“Bagi pihak-pihak yang merasa tidak puas, silahkan tempuh jalur hukum ke pengadilan, tetapi jangan memprovokasi umat Islam yang tidak tahu permasalahan masjid itu dengan detail,” kata Amirsyam mengutip pernyatan Ustadz Tengku Zulkarnain saat kunjungan ke Medan. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey