Home / Medan / Pelatihan Bela Negara Membentuk Karakter Cinta Tanah Air

Pelatihan Bela Negara Membentuk Karakter Cinta Tanah Air

Plt Walikota Medan Akhyar Nasution (kiri) menyalami peserta pada upacara penutupan pelatihan kader bela negara, di Lapangan Batalyon Komando 469 Paskhas TNI AU, Medan, Rabu (20/11). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 20/11 (LintasMedan) – Pelaksana tugas Walikota Medan, Akhyar Nasution, mengemukakan konsep program Pembinaan Kesadaran Bela Negara adalah membentuk karakter masyarakat yang cinta Tanah Air bukan dengan cara latihan militer, melainkan melalui penanaman nilai-nilai kebangsaan.

“Program bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia yang berusia 50 tahun ke bawah,” katanya pada upacara penutupan Pendidikan dan Pelatihan Kader Bela Negara Kesatuan Bangsa dan Politik di Batalyon Komando 469 Paskhas TNI AU, Medan, Rabu (20/11).

Pendidikan dan pelatihan kader bela negara tersebut diikuti sebanyak 120 orang yang terdiri dari unsur pemuda lintas agama, pramuka, karang taruna dan organisasi kepemudaan di Kota Medan.

Akhyar menambahkan, program bela negara di Indonesia ini tujuannya adalah untuk menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia tercinta dengan TNI sebagai komponen utama dan rakyat sebagai pendukungnya.

Untuk itu, lanjut dia, program bela negara di Indonesia ini bertujuan menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia tercinta dengan TNI sebagai komponen utama dan rakyat sebagai pendukungnya.

Pelatihan Bela Negara telah dijalankan bermacam lembaga kementerian, TNI, instansi pemerintah dan swasta guna membentuk karakter individu masyarakat agar lebih mencintai bangsa dan mampu menangkal ancaman luar yang membahayakan keutuhan bangsa.

Menurut dia, semangat bela negara bisa diwujudkan dengan membangun ikatan kokoh antaranak bangsa dengan tidak membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

Semangat bela negara bisa diwujudkan dengan membangun ikatan kokoh antaranak bangsa tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

“Saya yakin, bangsa Indonesia tidak akan pernah lagi bisa dijajah atau dikuasai negara lain jika seluruh rakyat mau menjadi komponen pertahanan negara di bawah konsep pertahanan rakyat semesta,” paparnya.

Dikatakan Plt Walikota, konsep bela negara berbeda dengan wajib militer meskipun dasar keduanya sama yakni melindungi eksistensi negara.

Di Indonesia, katanya, setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara.

Hal ini sesuai dengan pasal 4 ayat 1 undang-undang tentang pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara.

Akhyar menegaskan bahwa semangat bela negara bisa diwujudkan dengan membangun ikatan kokoh antaranak bangsa dengan tidak membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

“Hal ini penting mengingat bahwa secara politik, kita bisa menjadi negara demokrasi yang mapan dengan politik yang berkualitas,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara ini, antara lain Kepala Kanwil Kementerian Pertahanan Sumut Kolonel Inf Ajhar Muliadi, Wadanwing Paskhas Letkol Pasudan Abdul Fajar, Wadanyon 469 Paskhas Mayor Pasukan Ivam Tarigan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan Sulaiman Harahap. (LMC-04)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey