Home / Medan / DPRD: Proyek Pembangunan di SDA Harus Tepat Sasaran

DPRD: Proyek Pembangunan di SDA Harus Tepat Sasaran

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Sumut dengan Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Sumut, Senin (4/11).(Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 4/11 (LintasMedan) – Kalangan Komisi D DPRD Sumatera Utara, meminta Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumut agar merealisasikan proyek pembangunan di sejumlah kabupaten/ kota benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran.

Apalagi, DPRD melihat sejumlah proyek menggunakan APBD yang digelontorkan melalui instansi tersebut cukup besar, di tengah keterbatasan anggaran.

“Jangan lagi ada proyek pembangunan justru direalisasikan hanya dengan mengandalkan kajian – kajian di depan komputer. Tapi pantau langsung sesuai kebutuhan masyarakat,” kata anggota Komisi D dari Fraksi Nusantara, Darwin, pada rapat dengar pendapat komisinya dengan instansi itu, Senin.

Darwin yang kini duduk di periode ke dua DPRD Sumut menyampaikan hal itu  karena rasa keperihatinannya selama ini, sejumlah keluhan masyarakat yang ditampung lewat hasil reses dewan justru tidak diakomodir oleh Pemprov Sumut, khususnya dinas terkait.

“Pihak eksekutif selama ini kerap menyalurkan proyek pembangunan tidak berdasarkan rekomendasi hasil reses dewan,” sesal politisi PPP ini.

Padahal, kata dia DPRD langsung turun ke masyarakat melalui reses. Namun hasil reses dewan yang dilaporkan ke pihak eksekutif saat sidang paripurna kerap tak digubris.

“Jadi kedepan, jangan ada lagi lelucon membangun jembatan justru di wilayah yang tidak ada sungai. Ketika ditanya kenapa demikian, sungainya pun akan turut dibangun,” kata Darwin.

Kelakar Darwin tersebut sontak membuat peserta rapat tertawa.

Rapat yang dihadiri Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut, Alfi Syahriza serta sejumlah staf, dipimpin Ketua Komisi D Anwar Sani Tarigan (PDIP), didampingi Wakil Ketua, Edi Susanto Ritonga (Hanura) serta
Sekretaris, Parlaungan Simangunsong (Demokrat).

Kepada DPRD Sumut, Alfi menyebut hingga 31 Oktober 2019 realisasi anggaran di dinas yang dipimpinnya baru berkisar 42, 80 persen.

Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang mendapat pagu anggaran Rp405.930.823.085. namun baru terealisasi Rp194.026.292.501. dengan sisa anggaran Rp211.877.530.584.

Sebelumnya struktur anggaran di dinas tersebut tahun anggaran 2019 pada APBD murni adalah Rp448.756.976.754 terdiri dari belanja langsung dan tidak langsung.

Namun pada perubahan APBD tahun anggaran 2019, dilakukan rasionalisasi sebesar 9,55 persen sehingga anggaran SDA, Cipta Karya dan Tata ruang berubah menjadi Rp405.930.823.085.

Alfi Syahriza yang dilantik Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menduduki jabatan kepala Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang 9 Agustus 2019 menyampaikan rendahnya serapan anggaran di dinasnya hingga dengan triwulan III disebabkan beberapa alasan.

Beberapa hal antara lain, karena proses pengadaan untuk beberapa kegiatan masih berlangsung akibat keterbatasan personil pokja.

Alasan lainnya karena belum semua rekanan yang menyelesaikan proses pengadaan barang dan jasa memproses uang muka.

“Kemudian beberapa pekerjaan irigasi yang bersifat pemeliharaan harus menunggu selesai masa tanam,” ungkapnya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey