Home / Headline / Gelar Melayu Serumpun Masuk Calendar of Events Indonesia 2020

Gelar Melayu Serumpun Masuk Calendar of Events Indonesia 2020

Sejumlah penari membawakan salah satu jenis tarian etnik khas Melayu Deli pada pembukaan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) 2019 di halaman Istana Maimun Medan, Jumat (1/11). (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 1/11 (LintasMedan) – Gelar Melayu Serumpun (Gemes) yang sejak tahun 2016 rutin digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan secara resmi ditetapkan menjadi salah satu dari 100 atraksi wisata terbaik dan masuk Calendar of Events Indonesia 2020 oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Siaran pers Humas Setda Kota Medan, menyebutkan penyelenggaraan Gemes selain bertujuan melestarikan seni dan budaya Melayu, juga merupakan “branding” Kota Medan dalam upaya menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi ibukota Provinsi Sumatera Utara itu.

“Alhammdulillah Gelar Melayu Serumpun terpilih menjadi salah satu Calender of Event Wonderful Indonesia tahun 2020” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suriono di sela penyelenggaraan Gemes 2019 yang secara resmi dibuka Pelaksana tugas Walikota Medan Akhyar Nasution di halaman Istana Maimun Medan, Jumat (1/11).

Ia menambahkan, pihaknya sengaja mengemas perhelatan tersebut agar menjadi pertunjukan yang sangat menarik dengan mengangkat kearifan lokal yakni seni dan budaya Melayu.

“Gelar Melayu Serumpun tahun 2019 dikemas dengan sebaik-baiknya sehingga lebih menarik dan meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ucap dia.

Pada acara pembukaan Gemes 2019, perhelatan budaya itu turut dimeriahkan dengan tarian kolosal, tarian Melayu khas masing-masing daerah serta penampilan artis dari ibu kota Jakarta , diantaranya Deswa d’ Academy, Ayu d’Academy, Lusi KDI, Albi d’Academy dan Intan Baiduri d’Academy.

Jumlah peserta juga lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya karena melibatkan para penari dari lima negara serumpun, yakni Brunei Darusalam, Thailand. Korea Selatan, Singapura dan Malaysia.

Selain itu, turut dihadiri peserta dari perwakilan dari 10 provinsi di Indonesia, antara lain Jawa Barat, Yogyakarta, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat serta Nanggroe Aceh Darusalam dan sejumlah tim kesenian dari kabupaten/kota di Sumut.

Penampilan mereka mendapat aplaus meriah dari para pengunjung, bahkan tidak sedikit pengunjung yang ikut menyanyi dan bergoyang.

Sebelumnya, Pelaksana tugas Walikota Medan Akhyar Nasution dalam kata sambutannya berharap, Gemes dapat menjadi wadah untuk melestarikan seni dan budaya Melayu sekaligus mengedukasi masyarakat Kota Medan, khususnya generasi muda dalam memahami sekaligus mengenal lebih jauh kebudayaan dan rumpun Melayu.

Dengan demikian, lanjutnya, para generasi muda semakin mencintai sekaligus tertarik untuk melestarikan seni dan budaya Melayu.

“Panitia penyelenggara perlu terus melakukan melakukan evaluasi dan tidak ragu berinovasi, sehingga Gelar Melayu Serumpun mampu menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara sekaligus menambah wawasan kebudayaan Melayu,” ujar Akhyar.

Sebagaimana diketahui, Kemenpar RI sebelum memasukkan sebuah perhelatan budaya dalam Calender of Event Indonesia memberlakukan beberapa kriteria dan persyaratan yang cukup ketat, antara lain event tersebut harus yang dikenal secara umum dan sudah diselenggarakan secara berkelanjutan (3-4 tahun berturut-turut), serta memiliki sebaran daerah (proporsional).

Event tersebut juga harus memiliki pengaruh langsung kepada sosial ekonomi masyarakat, dapat meningkatkan media value terhadap citra daerah yang bersangkutan dan diselenggarakan tepat waktu. (LMC-03)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey