Home / Medan / Medan Uji Coba Skema Baru Pembelian Layanan Bus

Medan Uji Coba Skema Baru Pembelian Layanan Bus

Pelaksana Tugas Walikota Medan Akhyar Nasution (kiri) bersama rombongan pejabat instansi terkait bersiap menaiki bus yang akan melakukan uji coba dengan skema buy the service (BTS) atau pembelian layanan bus, di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (5/2). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 5/2 (LintasMedan) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Rabu (5/2) memulai uji coba lintasan dan sistem skema transportasi massal baru yakni buy the service (BTS) atau pembelian layanan bus di ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu.

“Dengan sistem BTS ini, diharapkan angkutan umum daerah bisa lebih bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat,” kata Pelaksana Tugas Walikota Medan, Akhyar Nasution di sela mengikuti uji coba operasional bus angkutam umum berskema BTS itu dengan menempuh koridor II Lapangan Merdeka-Terminal Terpadu Amplas Medan.

Turut serta dalam rombongan tersebut, antara lain Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut Abdul Haris, Kasi Angkutan Massal Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hadi SP, Kadishub Medan Iswar Lubis dan Ketua Organda Medan Mont Gomery Munte.

Menurut Akhyar, kehadiran transportasi umum berbasis jalan dengan skema BTS juga diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat dari menggunakan kendaraan pribadi ke kendaraan umum, sehingga mengurangi kemacetan lalu lintas.

Pemko Medan berkomitmen mewujudkan program nasional tersebut, terlebih Medan menjadi satu dari lima kota yang ditunjuk secara langsung oleh Kemenhub.

“Ada lima kota yang terpilih, dan salah satunya Medan untuk program percontohan untuk program buy the service,” paparnya.

Dalam upaya mendukung operasional sarana transportasi umum itu, pihaknya akan menyediakan infrastruktur pendukung seperti shelter bus atau layanan pendukung lainnya.

Di Medan akan ada lima koridor atau lintas bus berskema BRT, yakni Koridor I Terminal Pinang Baris-Lapangan Merdeka, Koridor II Terminal Amplas-Lapangan Merdeka, Koridor III Belawan-Lapangan Merdeka, Koridor IV Medan Tuntungan-Lapangan Merdeka dan Koridor V Tembung-Lapangan Merdeka.

Jumlah armada bus yang akan melayani lima koridor itu sebanyak 81 unit dam waktu bergerak antar bus berjarak 10 menit dan tepat waktu.

Selain itu, pihaknya akan membangun interkoneksi untuk lebih memudahkan masyarakat dengan melibatkan angkutan kota lain yang akan menjadi moda transportasi penghubung.

Adapun spesifikasi bus yang bakal digunakan disesuaikan (high deck atau low deck) dengan kebutuhan Kota Medan.

Untuk tahun pertama pengoperasian bus dengan skema BTS ini, kata dia, masyarakat tidak akan dikenakan biaya atau gratis.

Namun masyarakat harus memakai aplikasi e-money untuk dapat menggunakan moda transportasi ini dan kartu e-money tidak akan dikenakan tarif.

“Hal ini dilakukan agar jika kelak tarif resmi mulai diberlakukan, masyarakat sudah terbiasa menggunakan e-money,” kata Akhyar.

Armada bus dengan skema BTS akan diperasikan di Medan mulai April 2020. (LMC-03)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey