Home / Bisnis / Regal Springs Tingkatkan Nilai Tambah Ekspor Tilapia

Regal Springs Tingkatkan Nilai Tambah Ekspor Tilapia

Processing Plant Manager PT Regal Springs Indonesia Joko Suhendro (kiri) didampingi External Affairs Senior Manager Kasan Mulyono (kanan), menjelaskan kepada pers sisa pengolahan ikan nila atau tilapia yang dapat dimanfaakan sebagai bahan baku beberapa produk bernilai ekonomis, di pusat pengolahan ikan tilapia milik PT Regal Springs Indonesia di Desa Naga Kisar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, Kamis (6/2). (Foto: LintasMedan/Irma)

Serdang Bedagai, 6/2 (LintasMedan) – Perusahaan budi daya dan pengolahan ikan PT Regal Springs Indonesia menerapkan program peningkatan nilai tambah produksi dan kualitas olahan ikan nila atau tilapia untuk menambah daya saing di pasar ekspor.

“Kami memanfaatkan sisa pengolahan ikan tilapia menjadi bahan-bahan berguna, bernilai ekonomis dan bahkan sudah ada yang diekspor.” kata Processing Plant Manager PT Regal Springs Indonesia, Joko Suhendro.

Joko yang didampingi External Affairs Senior Manager Kasan Mulyono dan Humas PT Regal Springs Indonesia Afrizal, memaparkan hal itu kepada rombongan wartawan yang mengungjungi pusat pengolahan ikan tilapia milik perusahaan penanaman modal asing asal Swiss tersebut di Desa Naga Kisar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, Kamis.

Ia menjelaskan, perusahaan itu sebelumnya hanya mengandalkan produk tunggal berupa daging ikan tilapia berkualitas tinggi atau naturally better tilapia yang diproduksi untuk pasar ekspor.

Kini sisa olahan ikan tilapia dikembangkan menjadi beragam produk bernilai ekonomis dan sebagian telah menembus pasar ekspor, seperti minyak ikan atau fish oil, bio solar, bahan baku obat-obatan, kosmetika dan marshmellow yang merupakan bahan dasar permen.

Produk minyak ikan dan bio solar, misalnya, seluruhnya berasal dari pengolahan isi perut (testin) dan lemak ikan tilapia.

Proses pengolahan minyak ikan tilapia menjadi bio solar membutuhkan waktu tiga hingga empat jam, setelah dilakukan pemanasan di dalam boiler.

Dari proses pemanasan minyak ikan tersebut diperoleh bio solar yang setara dengan grade A.

Joko menambahkan, daging ikan tilapia sebagai produk ikan premium sumber protein tinggi kini juga telah dipasok Regal Springs ke sejumlah pasar domestik di Indonesia.

Lebih lanjut ia memastikan seluruh proses pengolahan ikan tilapia Regal Springs Indonesia telah memenuhi peraturan daerah, undang-undang yang berlaku di Indonesia dan mengacu kepada standar kualitas ekspor.

“Sebagai usaha yang terintegrasi secara vertikal dan efisien, kami menerapkan model jaminan mutu dan cara pengolahan yang baik ke seluruh tahapan produksi,” paparnya.

Pusat pengolahan ikan PT Regal Springs di Lubuk Naga, Desa Naga Kisar, menurut Joko, memperkerjakan 1.200 orang lebih karyawan dan mereka setiap hari mengolah sekitar 115 ton ikan tilapia yang dibudidayakan di Danau Toba.

“Karyawan kami telah terlatih untuk menjalankan standar Regal Springs, termasuk memenuhi semua peraturan yang berlaku di Indonesia dan dilatih untuk memenuhi ketentuan kesehatan dan keselamatan,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Regal Springs Indonesia pada Juni 2019 secara resmi meluncurkan program keberlanjutan terpadu total lima tahun dengan slogan ‘Kami Peduli Regal Springs’.

Naturally better tilapia produksi Regal Springs Indonesia telah mendapatkan sertifikasi dan piagam penghargaan, antara lain dari British Retail Consortium untuk kategori cara pengolahan yang baik, dan Aquaculture Stewardship Council (ASC) Farming untuk kategori perusahaan akuakultur bertanggung jawab.

Sertifikasi lainnya, yakni dari ASC Chain of Custody untuk ketertelusuran, ASC Social Module untuk standar sosial budidaya, dan dari Global Aquaculture. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey