Home / Bisnis / Swiss Komitmen Tingkatkan Hubungan Ekonomi dengan Sumut

Swiss Komitmen Tingkatkan Hubungan Ekonomi dengan Sumut

Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz menyampaikan paparan pada acara sosialisasi perjanjian dagang antara Indonesia dengan European Free Trade Association Comprehensive Economic Cooperation (IE-CEPA) di Medan, Rabu (5/2). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 5/2 (LintasMedan) – Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz mengemukakan bahwa Pemerintah Swiss berkomitmen meningkatkan dan mempererat hubungan ekonomi dengan Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Komitmen kami adalah meningkatkan kerja sama dan kemitraan antara Swiss dan Indonesia, baik antarpemerintah maupun pihak-pihak swasta di kedua negara, termasuk Sumatera Utara,” katanya, saat acara sosialisasi perjanjian dagang antara Indonesia dengan European Free Trade Association Comprehensive Economic Cooperation (IE-CEPA), di Medan, Rabu.

Menurut dia, sejumlah perusahaan di Swiss berminat mengembangkan investasi dan perdagangan dengan Sumut, karena daerah itu merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi di bidang investasi dan perdagangan.

Ia meyakini peningkatan kerja sama perdagangan bebas dan ivestasi perusahaan-perusahaan Swiss di Sumut akan semakin memperkuat hubungan ekonomi antara Swiss dengan Indonesia.

Dia juga menegaskan, Indonesia saat ini menjadi salah satu mitra dagang penting bagi Swiss di tengah perang dagang Amerika-China.

“Di tengah perang dagang antara Amerika dengan China, peluang dagang Indonesia ke Swiss akan menguntungkan Indonesia,” kata Duta Besar Kurt Kunz.

Ia menambahkan, European Free Trade Association Comprehensive Economic Cooperation (IE-CEPA) berlaku antara Indonesia dengan empat negara yang tergabung dalam European Free Trade Association (EFTA) yang terdiri dari Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia, akan menguntungkan masing-masing pihak.

Indonesia memiliki sektor andalan yang dibutuhkan Swiss seperti minyak kelapa sawit, ikan, emas, alas kaki, kopi, mainan, tekstil, furnitur, peralatan listrik, mesin, sepeda, dan ban.

Swiss, lanjut dia, akan memberikan bebas pajak untuk produk kelapa sawit yang ditunjukan untuk pakan ternak, technical purposes dan re-ekspor.

“Ada perusahaan Nestle yang sudah cukup lama di Indonesia, perusahaan budidaya ikan Regal Springs di Danau Toba, Sumatera Utara,” ujarnya.

Dalam hal pengembangan investasi dan kerja sama perdagangan, kata dia, Swiss berkomitmen senantiasa menjaga keberlangsungan lingkungan hidup.

Perjanjian IE-CEPA
Sementara itu, Ketua Swiss Cham Indonesia, Luthfi Mardiansyah, mengajak pengusaha Indonesia memanfaatkan perjanjian IE-CEPA.

Menurutnya, di Sumatera Utara saja perusahaan Swiss seperti Regal Springs, Clariant memperlihatkan tren positif.

“Adira Insurance juga telah dibeli perusahaan asuransi Zurich asal Swiss,” kata Luthfi.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Kasan, mengatakan Ratifikasi IE-CEPA hendaknya diselesaikan Indonesia hingga April 2020.

Tujuannya, kata Kasan, agar setelah ratifikasi selesai akan keluar tarif perdagangan barang atau trading service.

“Tidak boleh terlalu lama ratifikasi itu. Saya kasih contoh perdagangan perhiasan Indonesia ke Swiss tahun 2015 hingga 2017 melonjak drastis, namun 2018 dan 2019 turun drastis disalip Malaysia dan Pakistan karena kedua negara tersebut lebih dahulu membuat perjanjian bilateral dengan Swiss,” ujar Kasan.

Menurut catatan Kementerian Perdagangan RI, ekspor Indonesia ke Swiss meningkat pada periode Januari-September 2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu dari 1.119 miliar dolar AS tahun 2018 menjadi 1.136 miliar dolar AS tahun 2019.

Sementara komitmen investasi ke Indonesia untuk tahun 2019 cukup besar, yaitu investasi dalam pendirian pabrik kereta api, akuisisi sebuah perusahaan asuransi Indonesia oleh asuransi Swiss serta perluasan kapasitas sebuah perusahaan Swiss di Indonesia yang totalnya mencapai lebih dari 700 juta dolar AS atau sekitar Rp6 triliun. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey