Home / Headline / Raja dan Ratu Belanda Kagumi Panorama Danau Toba

Raja dan Ratu Belanda Kagumi Panorama Danau Toba

Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti menyaksikan panorama Danau Toba dari Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Kamis (12/3). (Foto: LintasMedan/ist)

Toba Samosir, 12/3 (LintasMedan) – Raja Kerajaan Belanda Willem Alexander bersama Permaisuri Ratu Maxima dalam rangkaian kunjungannya ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan kekagumannya pada keindahan panorama Danau Toba.

“Begitu wonderful,” demikian kesan diungkapkan Raja dan Ratu Belanda saat menyaksikan panorama Danau Toba dari Bukit Singgolom, Kabupaten Toba, Kamis, seperti ditirukan oleh Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) Arie Prasetyo.

Raja Willem dan Ratu Maxima tiba di Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, didampingi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Wisnu Utama, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Dirut BPODT Ari Prasetyo.

Dalam kesempatan itu, Arie menjelaskan soal tiga erupsi besar yang membentuk Danau Toba, yakni mulai dari erupsi 800 ribu tahun, 500 ribu hingga terakhir 74 ribu tahun lalu.

“Saya juga menjelaskan, sekarang pemerintah sedang giat membangun Danau Toba sebagai 10 Bali baru dan merupakan destinasi super prioritas di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo,” paparnya.

Apalagi, kata Arie, Danau Toba ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG).

“Kita berharap dari pihak Belanda merespon soal investasi, paling tidak melakukan join promotion membawa turis ke sini. Karena Danau Toba memang sangat menarik,” ujarnya.

Pihaknya menyatakan optimistis kedatangan Raja dan Ratu Belanda ke kawasan wisata Danau Toba akan memberi dampak positif bagi perkembangan sektor pariwisata di wilayah tersebut.

“Secara tidak langsung mereka akan mempromosikan Danau Toba yang kini ditetapkan menjadi destinasi superprioritas dan masuk dalam Unesco Global Geopark,” jelasnya.

Arie juga berharap, kunjungan Raja dan Ratu Belanda membuat Pemerintah Indonesia melalui Garuda Indonesia mendukung dengan mengembalikan penerbangan dari Amsterdam, Belanda-Kualanamu.

“Kemarin ada Garuda (penerbangan). Diberhentikan. Semoga kunjungan Raja Belanda ini kembali diaktifkan,” tuturnya.

Usai berada selama sekitar 15 menit di Bukit Singgolom, Willem dan Maxima kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Siambat Dalan untuk melihat Rumah Adat Batak berusia 400 tahun.

Kabupaten Samosir

Sementara itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, menilai kunjungan Raja Belanda ke kawasan Danau Toba akan memberikan banyak manfaat untuk Kabupaten Samosir.

“Akan banyak wartawan dalam negeri dan wartawan luar negeri yang meliput kunjungan Yang Mulia Raja Belanda Willem-Alexander ke Samosir sehingga dunia, khususnya negara-negara di Eropa, akan mengetahui dan mengenal Samosir,” ujarnya.

Rapidin mengatakan, Raja Belanda ke Samosir ingin melihat Samosir yang alami.

Ia menambahkan, pihaknya akan memanfaatkan momentum kunjungan Raja dan Ratu Belanda tersebut agar membantu proses pengembalian sejumlah artefak-artefak yang dibawa Belanda ketika Negeri Kincir Angin itu menjajah Indonesia.

“Ada artefak-artefak dari Samosir yang merupakan peninggalan sejarah yang dibawa ke Belanda pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Kami berupaya membawa pulang artefak-artefak itu,” katanya.

Rapidin berharap dengan dikembalikan artefak-artefak itu, maka Raja Belanda Willem Alexander tertarik membangun museumnya di Samosir yang nantinya bisa dikunjungi wisatawan. (LMC-03)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey