Home / Headline / Edy : Jangan Berdiskusi Kalau Tak Satu Pandangan

Edy : Jangan Berdiskusi Kalau Tak Satu Pandangan

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi pada silaturrahmi dengan insan pers yang turut dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran Pemprov Sumut, di ruang gugus tugas penanganan covid-19 Jalan Sudirman Medan, Selasa (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 30/6 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kembali mengingatkan bahwa dirinya tetap bersikap terbuka kepada semua pihak termasuk insan pers, dalam tujuan membangun Sumut.

“Saya siap berdiskusi secara terbuka kepada siapa saja asal memang kita satu pandangan satu tujuan sama-sama ingin membangun Sumut,” tegasnya, pada silaturrahmi dengan insan pers yang turut dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran Pemprov Sumut, di ruang gugus tugas penanganan covid-19 Jalan Sudirman Medan, Selasa.

Pada kesempatan itu, Gubernur menegaskan tidak ada hal yang tertutup baginya dalam menjawab sejumlah persoalan yang dipertanyakan baik itu kepada legislatif maupun pers.

“Tapi kalau memang satu pandangan saya jawab apa maunya. Tapi kalau tidak, nggak perlu,” ujarnya.

Hal itu juga berulang kali diingatkan Edy kepada sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Sumut yang kerap mengumbar berbagai alasan untuk menggelar rapat tertutup.

“Apanya yang harus tertutup, buka semua ke publik.Itu pengumuman yang dirahasiakan atau rahasia yang diumumkan,” kata Edy

Pernyataan itu, kata Edy pernah disampaikannya kepada salah seorang pejabat di Dinas Pendidikan Sumut yang ngotot ingin menggelar rapat tertutup.

Pejabat tersebut mengaku sangat bingung pada saat tahun ajaran baru dan penerimaan siswa baru.

Pasalnya, papar Edy pejabat itu menerima catabelece atau pesanan banyak pihak yang ingin memasukkan anaknya ke sekolah negeri pavorit di Medan.

Untuk itu Jajaran Disdik Sumut terpaksa harus menggelar rapat tertutup membahas persoalan itu.

“Tidak perlu, jalankan sesuai aturan 30 persen test 70 persen zonasi. Kalau masih main-main dengan aturan tak perlu ada aturan, kalau masih perlu aturan taati,” cetusnya.

Ia kembali menegaskan dalam hal pendidikan sangat penting, karena jangan sampai ada anak yang benar-benar pintar justru haknya menjadi terabaikan hanya karena pesanan-pesanan tadi.

“Abaikan itu mau anak gubernur atau anak pejabat. Anakku sekolah sampai bisa masuk Akabri tak ada main pesan-pesan. Begitu juga saya bisa masuk Akabri padahal ayah saya hanya TNI berpangkat Sersan,” kata Edy.

Pada kesempatan itu dia juga minta sejumlah anggaran, termasuk Dana Penanggulangan Covid-19 untuk dibuka ke publik.

“Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi di sini, mari kita berdiskusi karena banyak hal yang memang harus dibahas, tapi jangan kita tengah bahas budidaya cabe misalnya, tapi nanyanya kemana-mana,”katanya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey