Home / Bisnis / Sejumlah Pengusaha Media Siber Menyatu Dalam Siberindo

Sejumlah Pengusaha Media Siber Menyatu Dalam Siberindo

Foto:LintasMedan/irma yuni

Rabu, 5 Agustus lalu, di Pakons Prime Hotel, Tangerang, sejumlah pengusaha media online yang tergabung dalam wadah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berkumpul dalam Bimbingan Tehnik (Bintek) Siberindo.

Siberindo.co merupakan wadah UMKM gabungan perusahaan media online se Indonesia yang dibangun oleh SMSI.

“Siberindo ini adalah pemberdayaan dari media-media kecil. Seperti sapu lidi jika bersatu akan menjadi besar,” kata Ketua Dewan Pakar SMSI, Hendri CH Bangun, pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu.

Menurutnya dengan mengandalkan tehnologi dan kreatifitas tidak akan ada lagi istilah media kecil dan dianggap tidak mampu bersaing dengan media nasional atau media besar.

Dengan wadah Siberindo sejumlah media online se Indonesia akan bisa saling bantu, termasuk dalam berbagi pemberitaan berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan.

Bahkan tidak tertutup kemungkinan berita bisa saja dipoles sesuai sudut pandang (anggel) masing-masing wilayah untuk menarik minat pembaca.

Selain itu jika wadah ini semakin besar, tentu menjadi peluang bisnis yang menggiurkan dan menuai manfaat bagi para peserta di dalamnya.

“Dulu kita tidak mungkin bisa bersaing dengan media besar, namun saat ini tehnologi yang memungkinkan untuk mampu. Media online diklik puluhan ribu orang jika bisa mengambil sudut pandang yang menarik,” katanya.

Foto:LintasMedan/ist

Pengambilan sudut pandang yang berbeda tentunya mengandalkan kecerdikan dan kreatifitas.

Hendri menambahkan tehnologi dan kreatifitas ibarat dua sisi mata uang yang bisa menjadi peluang.

“Inilah tujuan SMSI didirikan serta Siberindo dibentuk untuk meningkatkan kreatifitas media di daerah,” ujarnya.

Dia memaparkan bagaimana dulu orang kerap memandang negatif akan keberadaan media online yang tumbuh pesat bak jamur di musim hujan.

Imaje negatif muncul karena perusahaan media tersebut hanya mampu membagikan kartu pers kepada wartawannya untuk selanjutnya disuruh cari duit, sehingga populerlah istilah media abal-abal.

“Inilah mitos yang mau kita runtuhkan, harus bisa jadi perusahaan media yang berkualitas walaupun kecil,” ujar Hendri.

Pada kesempatan itu Ia juga mengingatkan agar perusahaan media dan wartawan harus tetap mengedepankan sajian pemberitaan yang profesional dan bertanggungjawab.

Berita yang merugikan orang lain, kata Hendri harus senantiasa dikonfirmasi di berita yang sama dan bukan di berita lanjutan.

“Setiap berita yang bertanggungjawab itu wartawannya, sedangkan nara sumber tidak bisa dikriminalisasi, jadi itu senantiasa harus diingat,” tegas Wakil Ketua Dewan Pers ini.

Foto:LintasMedan/Irma Yuni

Hasil Saduran

Hadir dalam Bintek tersebut, Wakil Ketua DPR-RI Azis Syamsuddin yang juga Dewan Pembina SMSI.

Ia juga meminta perusahaan media harus senantiasa mengingatkan pers untuk lebih profesional dalam penulisan berita dan tidak mengandalkan tulisan hasil saduran atau copy paste.

Lima tahun bergelut dalam dunia jurnalistik, setidaknya, kata Azis harus sudah punya karya tulis.
Selanjutnya bisa menjadi penulis-penulis ilmiah sehingga cepat atau lambat akan mampu menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat melalui tulisan-tulisan ringan dan menarik.

Menurut Azis pers akan punya artikulasi yang kuat jika ia rajin membaca.

“Jangan sampai jadi wartawan, malah tidak faham dengan apa yang dia tulis, atau menulis cuma berdasarkan kepentingan,” katanya.

Azis mengingatkan agar pers tetap mengedepankan kode etik jurnalistik hingga tidak terjebak pada pelanggaran hukum yakni pasal 28-29, maupun hukum adat di lapangan.

Perusahaan pers, kata dia jangan cuma mengandalkan kejar target tulisan agar tayang lebih cepat. “Jangan cuma menang di judul, namun substansinya nol,” ujarnya.

Foto:LintasMedan/ist

Program Prioritas

Ketua Umum SMSI Firdaus menyampaikan Bintek Siberindo dihadiri 13 provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Jawa Barat, Bangka Belitung, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumbar.

Siberindo, kata Firdaus merupakan satu dari 3 program yang menjadi prioritas SMSI.

Program pertama adalah pendataan dan verifikasi anggota dimana pada 2018 SMSI telah berhasil memverifikasi 100 dari 600 perusahaan media online.

Jumlah itu terus bertambah di tahun berikutnya menjadi 917 perusahaan di 33 provinsi dan lebih kurang 200 yang telah terverifikasi.

Hingga saat ini, lanjut Firdaus tercatat 1147 media online dan sebagian menunggu proses verifikasi baik administrasi maupun faktual berada di 34 provinsi kabupaten/kota.

“Dalam rangka memenuhi target program, kita berharap semua perusahaan media online bisa segera terverifikasi secara faktual. Sehingga tidak ada lagi istilah media abal-abal, apalagi itu menjadi anggota SMSI,” katanya.

Foto:LintasMedan/ist

Seiring dengan terbentuknya SMSI hingga seluruh kabupaten/kota Firdaus meyakini Siberindo.co yang merupakan wadah menyatunya seluruh anggota SMSI akan menjadi besar dan bermanfaat bagi para anggotanya dan masyarakat.

Meskipun baru rencana launching pada 9 September 2020, tetapi traffic Siberindo.co sudah cukup tinggi bahkan beberapa kali server down,” katanya.

Dalam Bintek juga dibahas bagaimana memperbesar server agar mampu bersaing dengan media-media besar.

Bintek Siberindo berlangsung penuh keakraban dan saling berbincang tentang kemajuan dan peristiwa terkini di wilayahnya masing-masing.

Kegiatan itu menghadirkan nara sumber yang menjelaskan tehnik dan strategi dalam meningkatkan peringkat dan trafik pada situs web, menambah page view serta memanfaatkan Search Engine Optimization (SEO). (LMC-Irma Yuni)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey