Home / Headline / Tambang Ilegal Batang Natal Beromset Ratusan Juta Perhari

Tambang Ilegal Batang Natal Beromset Ratusan Juta Perhari

Madina, 11/8 (LintasMedan) – Tambang emas ilegal yang beroperasi di Kecamatan Batang Natal diprediksi dapat menghasilkan ratusan juta perhari. 

“Kemungkinan jika diperhitungkan semua yang main di sana bisa ratusan juta perhari,” kata As Imran Khaitamy Daulay tokoh masyarakat Madina.

Ketua DPRD Madina periode 2009 – 2014 itu mengatakan tidak mengherankan tambang yang dikelola oleh orang perorang itu masih terus beroperasi karena hasilnya sangat menggiurkan dan menjadi persaingan bisnis yang kuat. 

“Yang kita sesalkan hal ini berlangsung lama tanpa tindakan dari pemerintah dan aparat penegak hukum secara serius,” sesalnya.

Jelasnya semula dilakukan oleh masyarakat setempat secara sederhana dan belum mengancam kelestarian lingkungan. Belakangan semakin marak dan pelakunya bukan lagi masyarakat setempat saja.

“Sekarang sudah tidak karu – karuan karena sudah menggunakan alat berat. Dapat dipastikan telah merusak lingkungan dan ekosistem,” sebut Imran terhadap kawasan disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan lokasi yang disasar penambang.

“Sedihnya sekarang yang diuntungkan bukan lagi masyarakat sekitar. Bukan mereka yang menikmati. Mereka kebanyakan penonton dan pekerja pada para pemilik modal,” ungkapnya.

Tambahnya pihak kepolisian daerah Sumatera Utara telah menyikapi kegiatan tambang ilegal tersebut. “Beberapa hari yang lalu kita dengar ada operasi penertiban oleh pihak Polda. Mudah – mudahan tindakan ini tidak sekedar menampakkan kepedulian,” harapnya.

Kesempatan lain, Kabag Perekonomian Madina Yuri Andri ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut masyarakat lah yang paling dirugikan. Karena dampaknya pencemaran terhadap lingkungan.

“Kalau ilegal jelas pemerintah daerah tidak bisa ambil untung dari sana. Kalau mau ambil untung harus yang legal,” katanya.

Sebelumnya Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis menyebutkan sudah sebanyak 131 excavator ada di lokasi tambang.

Informasi yang masih berkembang meski belum ada keputusan izin pengelolaan tambang, kegiatan masih berlangsung dan belum ada upaya untuk penertiban.

Ketua DPRD Madina meminta semua elemen membuka mata, bertindak arif dan bijaksana dalam menyikapi hal tersebut.(LMC-04)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey