Home / Headline / Mari Berwisata Dengan Protokol Kesehatan

Mari Berwisata Dengan Protokol Kesehatan

Kunjungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beserta jurnalis
pada kegiatan wisata insentif dalam rangkaian Mini Exhibition dan Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada Kegiatan Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) ke Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir baru-baru ini. (Foto:LintasMedan/ist)

Parapat, 27/9 (LintasMedan) – “Ibu, bapak…, ayo dipakai maskernya, jangan dibuka. Begitulah imbauan yang kerap disampaikan rombongan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dipimpin kordinator Pengembangan dan Komunikasi Industri Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Budi Suprianto saat berkunjung ke sejumlah kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba.

Pada kunjungan selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (25-27/9) ke sejumlah kawasan wisata sekitar Danau Toba itu terlihat kesadaran masyarakat dan pelaku industri pariwisata dalam menerapkan protokol kesehatan masih minim.

Padahal di tengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir ini pemerintah terpaksa membuka sejumlah obyek wisata agar perekonomian kembali berputar dan para pelaku UMKM yang cukup terdampak bisa bangkit lagi.

Selain itu berwisata merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh, tentunya kata Budi Supriyanti dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Rombongan Kemenparekraf saat berkunjung di Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata, Jumat (25/9) pada kegiatan wisata insentif dalam rangkaian Mini Exhibition dan Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada Kegiatan Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE), memberikan apresiasi saat menemukan tempat pencuci tangan di lokasi itu.

Namun sejumlah warga yang menyambut termasuk Sekretaris Desa (Sekdes) Sigapiton Emile Nadapdap, dan Ketua Kelompok Masyarakat Sadar Wisata Hasian Simare-mare tidak menggunakan masker, sehingga rombongan kementrian langsung memberikan masker kepada mereka untuk dipakai.

Foto:LintasMedan/Irma Yuni

Budi Supriyanto berharap masyarakat, khususnya para pelaku industri pariwisata dapat benar-benar menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran Kemenkes dan WHO.

Menurut Budi, panduan MICE harus benar-benar dilaksanakan pada Oktober 2020 dan Kemenparekraf gencar melakukan sosialisasi, khususnya di 7 Kota di Indonesia yakni Medan, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Bali, Manado dan lainnya.

Kemenparekraf juga akan melakukan pengawasan terhadap hotel-hotel dan restoran terkait penerapan protokol kesehatan sesuai panduan yang telah dibuat.

Untuk restoran di hotel, pengunjung tidak diperbolehkan mengambil menu sendiri karena dikhawatirkan virus bisa tertular melalui sendok maupun alat makan yang dipegang secara berganti-ganti.

Namun petugas hotel yang memberikan pelayanan mengambilkan menu tersebut tentunya dengan menggunakan masker, face shield dan sarung tangan lengkap.

Pihaknya akan memberi sertifikat kepada pihak manajemen hotel dan restauran yang mengikuti aturan itu. Namun, kata Budi untuk pelaku bisnis yang membangkang pihak kementerian pariwisata akan menyerahkannya kepada pemerintah daerah setempat untuk pemberian sanksi.

“Jadi kami berharap pemerintah daerah juga bisa bertindak tegas dalam menerapkan aturan ini. Apalagi tidak tertutup kemungkinan dalam penerapannya akan melibatkan pihak kepolisian,” tuturnya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey