Home / Bisnis / Masyarakat Harus Tetap Semangat di Tengah Pandemi Covid-19

Masyarakat Harus Tetap Semangat di Tengah Pandemi Covid-19

Pembukaan Sosialisasi Mini Exhibition dan Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada Kegiatan Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) di Medan, (24/9) (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 24/9 (LintasMedan) – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara Dr Ria Telembanua menyatakan pemerintah tetap bekerjakeras dan tidak berpangkutangan menggeliatkan sektor perekonomian khususnya industri pariwisata dan ekonomi kreatif meski pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Kabupaten/kota di Sumut sudah membuka kembali sejumlah obyek wisata, destinasi wisata sudah beroperasi, termasuk restauran dan perhotelan, ” katanya pada kegiatan yang digelar Kementrian Pariwisata bertajuk Mini Exhibition dan Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada Kegiatan Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) di Medan, (24/9)

Pembukaan kembali sejumlah obyek wisata harus dilakukan agar perekonomian tidak terhenti dan Indonesia khususnya Sumut kembali bangkit.

Meski demikian Ria juga menekankan pemerintah tetap bekerja keras untuk terus menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan khususnya di kawasan obyek wisata.

“Anda lihat nanti ketika tour ke sejumlah obyek wisata betapa sulitnya pemerintah meyakinkan kepada masyarakat setempat untuk mentaati protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, ” katanya di hadapan para peserta MICE.

Ia kembali mengingatkan satu-satunya pencegahan adalah menggunakan masker dan harus dengan cara yang  benar. Namun itu masih sering diabaikan oleh masyarakat.

“Masker jangan digantung di leher misalnya pada saat ingin makan. Lebih baik dibuka sebentar, ” katanya.

Ria yang berlatar belakang medis ini menyebutkan, bukan tidak mungkin virus menempel di leher dan setelah masker tertempel di areal tersebut kembali dipakai tentunya akan masuk melalui hidung maupun mulut.

Ia mengingatkan  virus covid 19, terpapar masuk ketubuh melalui tiga area yakni mata, hidung dan mulut, sehingga diwajibkan untuk sering mencuci tangan  sebelum menyentuh wilayah itu.

“Ini yang harus terus disosialisasikan ke masyarakat, dan jika disiplin menerapkannya mudah-mudahan jumlah korban yang terpapar akan bisa diantisipasi, ” tuturnya.

Ia tak menampik hingga saat ini korban terpapar Virus Covid-19 ini terus bertambah dan menyebar di sejumlah wilayah. Bahkan kawasan yang sebelumnya merupakan zona hijau kini berubah menjadi zona merah Covid-19.

Seperti Nias, kata Ria sebelumnya merupakan zona hijau, namun saat ini jumlah pasien terpapar Covid-19 terus bertambah hingga sejumlah hotel juga dimanfaatkan untuk isolasi pasien.

Apalagi Nias hanya memiliki 1 rumah sakit rujukan dengan 12 ruang isolasi ditambah klinik-klinik.

“Bayangkan ada lima kabupaten/kota di Nias. Tapi cuma punya 1 rumah sakit rujukan. Makanya hotel-hotel di wilayah itu terpaksa dimanfaatkan untuk rumah sakit rujukan, apalagi wisatawan yang berkunjung juga masih sepi, ” paparnya.

Menghadapi pandemi yang belum kunjung berakhir ini ia minta masyarakat harus tetap semangat, agar semua sektor kembali bergerak dan imunitas tubuh juga kembali bangkit.

“Mudah-mudahan vaksin segera ditemukan yang kini masih terus dalam penelitian dan pandemi ini segera berakhir, ” ucapnya.

Sementara Budi Suprianto mewakili Direktorat Wisata Pertemuan, Intensif, Konvensi dan Pameran menyebutkan pihaknya
pihaknya akan terus memberikan pemahaman (assesmant) dan menyosialisasikan ke daerah-daerah pentingnya penerapan protokol kesehatan bagi setiap penyelenggara acara maupun indutri pariwisata., hotel maupun restauran.

Termasuk  penggunaan sound sistem dan mic, penyajian makanan yang tertutup serta tidak menggunakan botol plastik sebagai wadah minuman, menempati tempat duduk yang sama pada saat kegiatan berlangsung, kadar alkohol dalam penggunaan handsanitizer juga bagian yang akan dilakukan pengawasan.

Aturan dan disiplin protokol kesehatan ini akan mulai diterapkan  Oktober 2020 dan akan memberikan sertifikat kepada pihak yang melakukannya secara benar.

“Sedangkan pemberian sanksi untuk yang mengabaikan akan diserahkan kepada pemerintah daerah. Sebab inikan sudah otonomi, pemerintah pusat tidak bisa menerapkan penindakan, ” kata Budi. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey