Home / Headline / Sudah 13 Dokter di Medan Meninggal Akibat COVID-19

Sudah 13 Dokter di Medan Meninggal Akibat COVID-19

Ilustrasi – Seorang dokter menangani penderita yang terinfeksi virus korona. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 13/9 (LintasMedan) – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Medan mengungkapkan bahwa sebanyak 13 orang dokter sejak Maret hingga 11 September 2020 di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu, telah dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar COVID-19.

Informasi yang dihimpun, terakhir, dr Sutrisno dikabarkan meninggal pada Jumat, 11 September 2020 di Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan.

“Benar, dr Sutrisno meninggal Jumat lalu di Rumah Sakit Bunda Thamrin,” ujar Ketua IDI Medan, dr Wijaya Juwarna Sp THT-KL, Minggu (13/9).

Kepergian dokter Sutrisno berselang hanya satu hari pascameninggalnya dr Ifan Syahputra Sp A di rumah sakit yang sama.

Dikatakannya, dr Sutrisno meninggal usai dirawat selama satu minggu di RS Bunda Thamrin.

“Beliau membuka praktik pribadi di rumahnya. Ia meninggal setelah dirawat selama satu minggu,” kata Wijaya.

Sebelumnya, Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengungkapkan bahwa sebanyak 109 orang dokter sejak Maret hingga 10 September 2020, telah dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar COVID-19.

Data tersebut dikatakan oleh Ketua Tim Mitigasi PB IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT, didapat setelah melakukan survei di berbagai faskes yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari 109 orang dokter yang dinyatakan meninggal, sebanyak 49 orang adalah dokter spesialis, 53 orang merupakan dokter umum dan 7 orang merupakan Guru Besar.

Untuk sebaran kematian tertinggi, Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah dokter meninggal terbanyak yaitu 29 orang dokter, disusul Provinsi Sumatera Utara sebanyak 20 dokter, kemudian DKI Jakarta sebanyak 13 dokter.

“Terpaparnya para dokter bisa terjadi saat menjalankan pelayanan baik itu pelayanan yang langsung menangani pasien COVID-19 di ruang-ruang perawatan (isolasi maupun ICU), atau dari tindakan medis yang ternyata belakangan diketahui kalau pasiennya mengalami COVID-19, ataupun pelayanan non medis seperti dari keluarga dan komunitas,” ujarnya. (LMC-03/AN)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey