Home / Headline / Sumut Sudah Gelontorkan Rp452 Miliar untuk Penanganan COVID-19

Sumut Sudah Gelontorkan Rp452 Miliar untuk Penanganan COVID-19

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan nota jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2020, pada sidang paripurna di gedung DPRD Provinsi Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (22/9). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 21/9 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) sudah menggelontorkan dana sebesar Rp452.845.402.000 dari APBD Sumut 2020 melalui realokasi penanganan pandemi COVID-19.

“Pemprov Sumut telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp191.797.800.000 untuk penanganan COVID-19 bidang kesehatan dan pendukungnya atau sebesar 38,20 persen dari total belanja tidak terduga tahap I,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Medan, Selasa (21/9).

Edy Rahmayadi menyampaikan hal itu dalam nota jawaban Gubernur Sumut atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumut terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2020.

Lebih lanjut ia memaparkan, untuk tahap II Pemprov setempat telah mengalokasikan sebesar Rp261.047.620.000 atau 52,21 persen.

Dengan demikian, lanjut Edy, terdapat peningkatan alokasi anggaran yang direalisasikan oleh Pemprov Sumut dalam upaya penanganan COVID-19.

“Ini menunjukkan semangat dan komitmen Pemprov Sumut dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 di Sumut,” tuturnya.

Dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting tersebut, ia mengemukakan bahwa jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 memang masih mengalami peningkatan di provinsi tersebut.

Namun, kata Edy, upaya penanganan COVID-19 melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Provinsi Sumut juga terus membaik.

Hal ini dibuktikan dengan angka kesembuhan pasien COVID-19 dari 34,39 persen pada 31 Juli 2020 menjadi 60,28 persen dari total kasus konfirmasi positif pada 20 September 2020.

Sementara, angka kematian juga berhasil diturunkan dari 4,49 persen pada 31 Juli 2020 menjadi 4,25 persen pada 21 September 2020.

Rasio positivity rate atau persentase positif dari hasil pemeriksaan juga berkurang dari 17,51 persen pada 31 Juli 2020 menjadi 13,46 persen pada 21 September 2020.

Ia menambahkan, pihaknya berencana menambah fasilitas laboratorium, termasuk alat PCR untuk meningkatkan kinerja penanangan COVID-19 di beberapa rumah sakit. (LMC-03)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey