Home / Sumut / Warga Pekan Dolok Masihul Pertanyakan Realisasi Bansos Rumah Ibadah

Warga Pekan Dolok Masihul Pertanyakan Realisasi Bansos Rumah Ibadah

Anggota DPRD Sumut Dimas Triadji yang juga politisi muda Partai Nasdem saat melakukan reses di Pekan Dolok Masihul Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (9/9). (Foto:LintasMedan/ist)

Sergai, 9/9 (LintasMedan) – Warga Kelurahan Pekan Dolok Masihul Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai mempertanyakan tindaklanjut dari Bantuan Sosial (Bansos) rumah ibadah yang sebelumnya telah dilakukan survei oleh tim dari Pemprov Sumut.

“Sudah pernah ada tim dari pemprov Sumut melakukan survei untuk tindaklanjut pembangunan Mushola Nursofa ini. Namun hasilnya sampai sekarang tidak jelas, ” kata Daipa Permas, salah seorang warga saat anggota DPRD Sumut Dimas Triadji S.I.Kom menggelar reses di wilayah itu, Rabu 9/9.

Bansos rumah ibadah merupakan salah satu persoalan yang dilaporkan warga dalam reses dewan guna menampung aspirasi warga.

Selain itu masyarakat juga mengeluhkan maraknya permainan judi ketangkasan serta tindaklanjut pendidikan siswa di masa Covid 19.

Hadir pada reses tersebut tokoh masyarakat H Fuadi Pasaribu
Lurah Pekan Dolok Masihul, Husnul Arifin, perwakilan Polsek Dolok Masihul.

Daifa menjelaskan saat ini warga bahu membahu meneruskan pembangunan Mesjid Nursofa yang awalnya hanya musholla.

Padahal sebelumnya lalu tim survei dari Pemprov Sumut sudah mendatangi lokasi mesjid sekaligus mengecek berkas yang telah diajukan sebelumnya.

“Namun hingga saat ini belum ada terlihat realisasi pencairan dana Bansos tersebut. Kita kurang tahu apakah berkas kurang lengkap atau ada hal lain yang memang kurang memenuhi syarat. Untuk itu kita mohon kepada Bapak Dimas agar membantu kami dalam hal ini,” harapnya.

Sementara dalam reses tersebut juga diungkap warga maraknya permainan judi ketangkasan di wilayah itu.

“Ada bangunan ruko dekat lokasi ini yang diduga jadi arena permainan judi ketangkasan itu. Bukan itu saja, kami juga menduga ada transaksi narkoba dan mempekerjakan PSK fi lokasi itu, ” kata warga Habib Rangkuti.

Menurutnya kondisi tersebut sangat meresahkan warga.

“Persoalan ini kami minta harus segera ditindaklanjuti, karena beberapa waktu lalu sudah ada yang tertangkap kasus narkoba dilokasi tersebut,” kata Habib.

Sementara salah seorang warga lainnya, Supriadi Batubara mengeluhkan masih belum dibukanya sekolah-sekolah selama New Normal Covid 19.

“Saya sangat heran, masa Covid 19 ini cuma sekolah-sekolah yang belum dibuka. Proses belajarnya pun masih Daring. Kapan akan dibuka. Sementara pasar, mall, tempat pariwisata dan keramaian lainnya sudah lama dibuka. Jadi kami mohon kepada bapak untuk segera menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan kami,” ucapnya.

Menanggapi keluhan warga, Dimas berjanji akan menindaklanjutinya.

“Saya akan meninjau kembali berkas bansos Musholla Nursofa itu di Kesbang Pemprov Sumut. Kita akan lihat apakah ada berkas yang kurang syaratnya. Kalau ada yang kurang, segera dilengkapi kembali,” kata Dimas.

Untuk persoalan judi dan narkoba, politisi Partai NasDem ini berharap kepada seluruh unsur dan elemen masyarakat supaya bekerjasama dengan pihak kepolisian, meminta secara baik-baik agar tersebut ditutup, karena sudah sangat meresahkan.

“Karena laporan warga tadi, sampai ada transaksi narkoba dan kabar-kabarnya juga disediakan PSK. Inikan sudah tidak baik dan sangat meresahkan. Maka harus ditindaklanjuti segera,” tegas Dimas.

Terkait persoalan masih ditutupnya sekolah kata Dimas, dikarenakan pemerintah tidak ingin para generasi bangsa ini terpapar Virus Corona. Pengawasan yang dilakukan pihak sekolah nantinya juga tidak bisa maksimal, apalagi siswa ditingkat dasar (SD).

“Rasio pengawasan guru terhadap siswa tidak bisa dijamin maksimal. Pasti akan kewalahan. Terutama menjaga atau mengawasi siswa di tingkat SD. Ini lebih sulit dibanding siswi SMA. Maka dari itu, pemerintah tidak mau ambil risiko dan kondisi kemungkinan sampai akhir tahun 2020,” paparnya. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey