Home / Medan / Liburan Panjang Saat Pandemi, ke Taman Kota Juga Asyik…

Liburan Panjang Saat Pandemi, ke Taman Kota Juga Asyik…

Anak-anak tampak ceria mengisi liburan di taman terbuka hijau Lapangan Benteng di Kota Medan.(Foto:LintasMedan/Irma)

Medan, 29/10 (LintasMedan) – Liburan merupakan momen yang menyenangkan khususnya bagi anak-anak. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 yang sudah berjalan mencapai sembilan bulan membuat anak menjadi jenuh dan bete.

Jangankan untuk bermain bersama teman teman di luar rumah, ke sekolah pun masih dilarang sampai saat ini, guna menghempang penularan Covid-19.

Virus berbahaya ini turut ‘merampas’ hak dan keceriaan di masa kanak-kanak mereka.

Liburan panjang kali ini yakni libur nasional dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28-30 Oktober 2020, serta dilanjutkan dengan libur akhir pekan tak ada salahnya sekedar membawa anak bermain di taman terbuka hijau sekitar kota. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak.

Taman terbuka hijau seperti Lapangan Benteng Medan, bisa menjadi alternatif pilihan membawa anak-anak bermain di lokasi itu.Tempatnya yang bersih, cukup nyaman, tertata rapi aman dan murah alias gratis.

“Jadi liburan nggak harus ke Cafe atau ke Mall,” ucap Andi pengunjung yang membawa dua anaknya bermain di Lapangan Benteng, kemarin.

Lapangan olahraga yang terletak dinti Kota Medan itu selain lengkap dengan sarana olahraga juga diisi sejumlah alat bermain untuk anak-anak.

Foto:LintasMedan/irma

Dia juga menyarankan agar pemerintah memperbanyak ruang-ruang seperti ini untuk anak-anak bermain, selain juga bisa berolahraga.

Pakar kesehatan anak mengatakan anak-anak tetap perlu beraktivitas di luar ruangan selama masa pandemi demi kesehatan fisik, mental, dan sosial, walaupun kini berlaku berbagai pembatasan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Selain itu, studi juga menunjukkan bahwa lingkungan alam yang sehat membantu mengurangi gejala gangguan hiperaktif pada anak, kata Psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi.

Bermain di luar pun dapat bantu melindungi dari depresi dan kecemasan, mencegah atau mengurangi obesitas dan miopia, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Satu hal yang juga penting, bermain di luar bisa membantu anak meningkatkan keterampilan motorik.

Di sisi lain, ia mengakui kalau anak-anak memang butuh bersosialisasi karena sedang dalam tahap perkembangan. Hanya saja, karena masih dalam masa new normal, anak harus diawasi dengan ketat.

“Anak-anak itu butuh bersosialisasi, karena mereka sedang dalam tahap perkembangan sosial. Tentu kalau di dalam rumah terus pasti jenuh,” katanya.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Sumut juga sudah mengingatkan melalui beberapa lintas sektor terkait masa liburan panjang di tengah pandemi covid-19 kali ini.

“Libur panjang disertai libur akhir pekan, dipandang perlu untuk diwaspadai. Karena berbagai dampak kerawanan seperti penyebaran Covid-19, kepadatan arus lalu lintas dan bencana alam akibat cuaca ekstrem berpotensi terjadi,” kata Sekdaprov Sumut Sabrina saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Libur Panjang Oktober 2020 secara virtual, Kamis (22/10).

Pemerintah melalui beberapa lintas kementerian mengimbau agar para kepala daerah dan unsur Forkopimda di seluruh Indonesia mengantisipasi berbagai dampak kerawanan yang mungkin terjadi.

Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Libur Panjang Oktober 2020 dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Republik Indonesia (RI) Mahfud MD.

Dikatakannya, para kepala daerah diharapkan berkonsolidasi dengan unsur Forkopimda dalam mengawasi dan melakukan pengamanan di wilayah masing-masing.

“Khususnya dalam rangka menekan penyebaran Covid-19. Jangan sampai usaha yang kita lakukan selama ini sia-sia karena lalai dalam melakukan pengawasan selama libur panjang ini. Susun dan rencanakan strategi masing-masing, baik razia transportasi umum, pengawasan ketat disiplin protokol kesehatan dan lainnya,” ujar Mahfud.

Foto:LintasMedan/irma

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melalui Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono menyampaikan delapan arahan untuk diperhatikan. Di antaranya memastikan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan dengan menjauhi kerumunan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

“Kepala daerah agar memastikan kesiapan pelayanan kesehatan selama libur panjang, libatkan TNI/Polri mengedukasi masyarakat di tempat-tempat wisata, pusat perbelanjaan/kuliner dan moda transportasi umum,” katanya.

Kemudian memperbanyak pos-pos pengawasan patuh protokol kesehatan di lokasi rawan penyebaran Covid-19, menjaga kewaspadaan dan tidak lengah selama liburan, meningkatkan patroli lalu lintas, antisipasi ancaman La Nina atau curah hujan ekstrem dan penanggulangan bencana.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Munardo menambahkan bahwa hingga saat ini kasus aktif Covid-19 menunjukkan tren penurunan, begitu pula dengan kematian. Sedangkan kesembuhan menunjukkan tren kenaikan.

“Angka kasus aktif dalam 1 bulan terkahir dari tanggal 21 September hingga 21 Oktober turun sebesar 6,79%. Angka kematian terus turun sebesar 0,45%. Sedangkan tren kesembuhan naik sebesar 7,23%. Jangan sampai kita lalai dan ada kenaikan kasus setelah libur panjang ini,” tegas Doni.

Sekdaprov Sabrina saat ditemui usai mengikuti Rakor menyampaikan akan menindaklanjuti arahan Pemerintah Pusat dengan berkoordinasi bersama unsur Forkopimda dan dinas terkait. Namun demikian, hal yang lebih penting menurut Sabrina adalah kesadaran dari masyarakat untuk benar-benar bijak dalam mengisi waktu selama libur panjang.

“Kalau tidak ada yang terlalu penting, usahakan di rumah saja, hindari kerumunan. Kalaupun harus keluar, tolong perhatikan dan terapkan protokol kesehatan,” pesan Sabrina.(LMC/Irma Yuni)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey