Home / Headline / Pemkab Samosir: Ikan di Danau Toba Mati Massal Akibat Angin Kencang

Pemkab Samosir: Ikan di Danau Toba Mati Massal Akibat Angin Kencang

Ilustrasi – Pekerja mengumpulkan bangkai ikan yang mati mendadak di perairan Danau Toba. (Foto: LintasMedan/ist)

Samosir, 23/10 (LintasMedan) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menyatakan bahwa seratusan ton ikan nila dan ikan mas di dalam keramba yang mati massal di perairan Danau Toba, baru-baru ini diduga kuat dipicu oleh angin kencang yang menimbulkan pusaran air di danau tersebut.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Samosir, Viktor Sitinjak saat dikonfirmasi pers, Jumat (23/10), fenomena angin kencang yang akhir-akhir ini kerap melanda sebagian kawasan Danau Toba menimbulkan pusaran air di bawah danau tersebut sehingga membuat airnya menjadi keruh dan naik ke permukaan menerjang keramba.

“Air keruh naik ke permukaan danau dan menerjang ikan di keramba, sehingga membuat ikan susah bernafas karena kekurangan oksigen,” paparnya.

Untuk mencegah jumlah ikan yang mati terus bertambah, menurut dia, banyak keramba digeser oleh pemiliknya ke tengah Danau Toba yang airnya lebih dalam.

“Solusi sementara, ikan yang masih hidup di keramba digeser ke tengah danau yang airnya lebih dalam,” ucap Viktor.

Sedangkan ikan-ikan yang mati dimasukkan ke karung pelastik dan selanjutnya diangkut dengan truk untuk dikubur di Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan.

Sebelumnya, Penjabat sementara Bupati Samosir, Lasro Marbun, mengatakan ikan-ikan di keramba apung itu mulai mati mendadak pada Rabu (21/10).

“Petugas dari Dinas Pertanian, BPBD, Satpol PP, Kecamatan dan kepala desa setempat telah mengangkat bangkai ikan yang mati agar tidak berdampak pada lingkungan hidup,” ucapnya. (LMC-06)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey