Home / Headline / Pemprov Sumut-OJK Terus Tingkatkan Sinergitas

Pemprov Sumut-OJK Terus Tingkatkan Sinergitas

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kedua kanan) menerima audiensi para pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di rumah dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Rabu (14/11). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 14/10 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan sinergitas untuk mempercepat pemulihan ekonomi di daerah tersebut.

“Sinergitas yang dilakukan Pemprov Sumut dengan berbagai pihak termasuk OJK merupakan usaha bersama sebagai motor penggerak pemulihan ekonomi. (upaya) Ini membutuhkan pemikiran serta kebijakan yang sigap dan tepat,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi di Medan, Rabu (14/11).

Edy menyatakan hal tersebut saat menerima audiensi pimpinan OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Yusuf Ansori, di rumah dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan.

Menurut dia, pandemi COVID-19 berdampak pada berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi yang ditandai dengan penurunan daya beli masyarakat, gangguan kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan lain sebagainya.

Untuk itu sinergi dari berbagai pihak yang berasal dari beragam sektor harus terus ditingkatkan atau terjaga.

Disebutkannya, Pemprov Sumut senantiasa bersinergi dengan OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumut.

Karena itu, Gubernur meminta TPAKD dapat terus membuat program yang riil dan membantu masyarakat, khususnya UMKM yang membutuhkan akses keuangan.

“Tolong ini riil untuk UMKM, agar bisa dapat akses keuangan dengan mudah, berbuatlah yang terbaik,” kata Edy.

Sementara itu, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Yusuf Ansori, mengatakan bahwa Sumut adalah provinsi tercepat dan terbanyak yang membentuk TPAKD.

Ia memaparkan beberapa program kerja TPAKD Sumut, antara lain percepatan pembentukan Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sumut, sinergi program Laku Pandai ‘One Village One Agent’ dengan program sembako, menuju UMKM Sumut Yang Bermartabat dan Berdaya Saing Global.

Selanjutnya, swasembada dan ketahanan pangan, optimalisasi sektor kelautan perikanan dan akselerasi serta perluasan Gerakan ‘Ayo Menabung’.

Ia menambahkan, di Sumut sudah 4.577 desa/kelurahan terbentuk masing-masing satu agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka program keuangan inklusif.

Selain itu, saat ini sudah ada 2.642.915 pelajar di Sumut yang telah memiliki rekening di bank.

Kedua hal tersebut merupakan salah satu contoh realisasi program kerja TPAKD Sumut.

Selain itu, ia juga menyampaikan, OJK terus mendorong perbankan untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). per September 2020, penyaluran KUR sebanyak Rp5,25 triliun untuk 132.073 debitur.

Sektor terbanyak disalurkan kepada sektor produksi, yakni pertanian, pengolahan, perikanan dan lain lain sebesar 65,77 persen.

Sementara sektor lainnya yakni non produksi atau dari perdagangan sebesar 34,33 persen. (LMC-03)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey