Home / Headline / Edy Rahmayadi: Perjuangan Hadapi Covid -19 Belum Usai, Teruslah Jaga Disiplin Prokes

Edy Rahmayadi: Perjuangan Hadapi Covid -19 Belum Usai, Teruslah Jaga Disiplin Prokes

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 12/11 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta masyarakat untuk terus menerapkan disiplin protokol kesehatan. Menurutnya untuk menghadapi Covid-19 diperlukan kebersamaan dan senjata terampuh dalam membasmi virus berbahaya itu adalah dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

“Covid-19 yang kini melanda dunia tidak terkecuali Sumut hingga saat ini belum usai, jadi mari kita terus bersama-sama berjuang menghadapinya,” ucap Edy Rahmayadi usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2020 yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia secara virtual, dari

Pendopo Rumah Dinas, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (12/11). Adapun momentum kali ini, ditandai dengan cerita perjuangan tenaga kesehatan merawat pasien terpapar

Covid-19 di Rumah Sakit rujukan (khusus).

“Pertama saya ucapkan selamat memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-56 tahun. Banyak hal yang harus kita urus kedepannya. Kita masih belum selesai juga (berjuang), terutama

dengan tenaga kesehatan kita,” kata Edy.

Para tenaga kesehatan baik dokter, perawat maupun petugas di Rumah Sakit (RS) kata Edy punya andil besar dalam menangani pasien yang terpapar Covid-19, sejak awal

pandemi pada Maret lalu. Apalagi para pejuang kesehatan itu, dipanggil untuk bertugas selama waktu tertentu dengan berbagai keterbatasan seperti karantina serta penggunaan pakaian khusus

(APD/Hazmat), hingga rentan menimbulkan rasa stres karena berada dalam kondisi isolasi.

“Bayangkan saja, para dokter dan tenaga kesehatan ini mengerjakan pekerjaan yang tidak fokus kepada finansial (memenuhi kebutuhan ekonomi). Karena mereka ini sekolahnya tidak murah,

tetapi harus menangani yang seperti ini (pasien Covid-19),” sebut Edy Rahmayadi.

Untuk itu, lanjut Edy, ia memaklumi bagaimana kondisi yang dihadapi para tenaga kesehatan (nakes) selama masa pandemi ini. Bahkan diakui bahwa dinamika membahas upaya

penanganan pasien di RS khusus seperti Martha Friska (Medan) dan GL Tobing (Tanjungmorawa) serta lainnya sama dinamisnya dengan memikirkan nasib rakyat yang mengalami kesulitan

ekonomi.

“Kita termasuk yang (cepat) membuka rumah sakit provinsi untuk Covid-19. Tetapi begitu dibuka, bagaimana dokternya, mencari perawat saja (dengan tugas khusus) tidak mudah. Tetapi ini

bukan perkara bayar atau tidak. Yang ingin saya sampaikan adalah, selama kita tidak bersama, maka ini sulit untuk kita hadapi,” tuturnya.

Ia kembali mengingatkan bahwa kebersamaan penting di masa pandemi ini. Sebab diibaratkannya seperti perang, virus ini tidak bisa dihadapi dengan senjata, melainkan

bagaimana menuntaskannya dengan senjata utama yakni disiplin protokol kesehatan.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan menyampaikan, tema peringatan HKN tahun ini adalah ‘Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat’. Untuk itu pihaknya

berharap semua pihak bersatu menyelesaikan pandemi Covid-19.

“Karena itu kita berharap semuanya bisa menyamakan langkah untuk menyelesaikan masalah pandemi Covid-19. Ajakan kita untuk terus bersama. Paling tidak kita berharap bisa

memaksimalkan upaya yang disebut iman, aman dan imun,” sebutnya.

Adapun iman lanjut Alwi, semuanya berdoa dan menyerahkannya kepada Allah SWT sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Kemudian aman, yakni disiplin menjalankan protokol

kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Serta imun, dengan menjaga kesehatan seperti olahraga, makan makanan yang bergizi, istirahat

cukup, menghindari stres dan mengonsumsi vitamin. “Dengan itu kita berharap semua kita bersama menyelesaikan pandemi Covid-19 ini dengan baik,” ucapnya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey