Home / Headline / Dampak COVID-19, Masyarakat Sumut Rasakan Keadaan Ekonomi dalam Keadaaan Sulit

Dampak COVID-19, Masyarakat Sumut Rasakan Keadaan Ekonomi dalam Keadaaan Sulit

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengikuti secara daring acara “Taxpayer Gathering 2020” yang digelar Direktorat Jenderal Pajak RI, di pendopo rumah dinas gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (11/11). (Foto: LintasMedan/Biro Humas)

Medan, 11/11 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, mengemukakan, masyarakat di tengah pandemi COVID-19 saat ini merasakan keadaan ekonomi dalam keadaaan sulit.

“Dipastikan rakyat saat ini memang dalam keadaaan sulit. Jangankan pajak, makan pun mereka sulit. Tapi kita jangan pesimis. Dengan bergandengan tangan kita dapat meningkatkan pajak,” katanya di Medan, Rabu (11/11).

Pernyataan tersebut disampaikan Edy Rahmayadi secara daring pada acara “Taxpayer Gathering Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 2020” dengan tema Pemulihan Ekonomi untuk Indonesia Bangkit.

Acara tersebut turut diikuti Dirjen Pajak RI Suryo Utomo, Plt Kepala Kantor Wilayah DJP Sumut I Max Darmawan, Kepala Kanwil DJP Sumut II Romadhaniah, para narasumber dan peserta wajib pajak.

Menurut dia, semangat kebersamaan dan gotong-royong penting perlu terus ditumbuhkembangkan dalam menghadapi wabah COVID-19 agar ekonomi tetap dapat bergerak.

Dengan gotong-royong, saling membantu, saling memberi, untuk meringankan beban kehidupan maka ancaman resesi itu bisa dikendalikan dan diringankan.

“Selama kita bersama pasti kita dapat menyelesaikan permasalahan yang sulit ini,” ujarnya didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Agus Tripriyono dan Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Sumut Ernita Bangun.

Ia mengatakan, sampai saat ini pemerintah fokus melakukan intervensi dan menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk meningkatkan konsumsi masyarakat.

Pemprov Sumut juga menggulirkan anggaran Rp300 miliar untuk memberikan stimulus ekonomi pada pelaku usaha dan bantuan kepada para pekerja.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak semua instansi, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk bersama-sama bergandengan tangan guna mengatasi dampak pandemi COVID-19 dari sisi ekonomi.

“Pemulihan ekonomi diharapkan dapat meningkatkan perolehan pajak di Sumut,” kata Edy.

Dirjen Pajak RI Suryo Utomo dalam kesempatan itu, menjelaskan hingga saat ini Direktorat Jenderal Pajak baru mengumpulkan sekitar Rp150 triliun atau minus 17 persen dari target capaian perolehan pajak.

“Kita berharap selama beberapa bulan terakhir pemulihan ekonomi, penerimaan pajak akan dapat terpenuhi,” ucap dia.

Selama masa pandemi COVID-19, kata Suryo, khusus wajib pajak yang melaksanakan kegiatan usaha telah diberikan pengurangan pajak penghasilan hingga 50 persen, dengan tujuan wajib pajak dapat menggerakan usahanya.

Khusus bagi pajak penghasilan untuk sektor impor, pemerintah telah membebas pajak hingga Desember 2020.

Kebijakan tersebut dilakukan pemerintah untuk mendorong dan memberikan dukungan kegiatan usaha.

Pajak penghasilan bagi karyawan juga diberikan kebebasan dan sudah dibayarkan oleh pemerintah.
“Dengan upaya yang telah dilakukan, bisnis terus berjalan, ekonomi dapat berjalan dengan baik dan bergerak dengan cepat, masyarakat terus terjaga dalam segi sosialnya,” katanya.

Plt Kepala Kanwil DJP Sumut I Max Darmawan dalam kesempatan itu mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan para pemangku kepentingan bergotong-royong melaksanakan peran masing-masing dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi. (LMC/irma yuni)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey