Home / Feature / Warga Medan Manfaatkan Jalan-Jalan dengan Bus Gratis, Tetap Wajib Protokol Kesehatan

Warga Medan Manfaatkan Jalan-Jalan dengan Bus Gratis, Tetap Wajib Protokol Kesehatan

Warga sedang antri untuk menumpangi bus Trans Metro Deli yang baru diluncurkan dan masih memberlakukan tarif gratis, Senin (30/11). Penumpang wajib menerapkan protokol kesehatan.(Foto:LintasMedan/Irma yuni)

Medan, 30/11 (LintasMedan) – Lokasi pemberhentian Bus Trans Metro Deli di kawasan Lapangan Merdeka tepatnya di depan gedung Bank Indonesia (BI) Medan ramai oleh warga yang ingin menumpangi bus tersebut. Angkutan massal yang resmi beroperasi sejak 16 November dan masih digratiskan hingga Desember 2020 ini membuat warga Medan memanfaatkan menumpanginya hanya untuk sekedar jalan-jalan.

“Ini mau pulang lagi ke Tembung, tadi cuma bawa keluarga ke Lapangan Merdeka mumpung busnya masih gratis,” kata Nur sembari memegangi kedua anaknya yang masih Balita.

Namun dia mengaku terpaksa terpisah dari ibu dan saudaranya yang lain, sebab mereka menumpangi bus berbeda. Pihak petugas memang membatasi jumlah penumpang untuk satu bus dalam upaya menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak penumpang.

Salah seorang petugas berseragam Dinas Perhubungan, V Ketaren, Senin (30/11) mengatakan pemberlakuan ongkos gratis bagi penumpang membuat warga memanfaatkannya untuk sekedar jalan-jalan sehingga terjadi lonjakan penumpang. “Makanya rame kali jadinya. Apalagi untuk jurusan Lapangan Merdeka Tuntungan, harus agak lama menunggu karena penumpang tidak bisa masuk sekaligus,” ucapnya.

Selain itu badan bus untuk jurusan tersebut lebih kecil dibanding bus Trans Metro Deli jurusan Lapangan Merdeka-Terminal Amplas yang lebih besar.

Suasana di dalam bus, penumpang wajib menjaga jarak (Foto:LintasMedan/ist)

Pantauan wartawan di lokasi itu, meski terjadi antrian, namun tiga petugas yang berjaga tetap mengatur ketat alur naik turun penumpang dengan pintu yang berbeda. Para penumpang wajib menggunakan masker, untuk selanjutnya tempat duduk di dalam bus juga diatur tidak berdempetan. Melainkan ada tanda silang untuk mengatur jarak. Sedangkan di dalam bus ber AC itu juga disediakan hand sanitizer.

Setelah pemberlakuan ongkos gratis nantinya selesai pada awal Januari 2021, kata Ketaren penumpang akan dikenakan tarif tetap, namun tidak menggunakan uang tunai. “Ongkos bisa dibayar dengan membeli voucher di beberapa minimarket,” ucapnya.

Bus tersebut tampaknya disediakan untuk menjadi salah satu alternatif bagi pengguna transportasi umum dalam upaya mencegah penularan covid-19, selain mengatasi kemacatan lalulintas.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis mengatakan Bus Trans Metro Deli berjumlah 39 unit dan tidak memberlakukan berhenti di sembarang tempat. Penumpang bisa menunggu di beberapa halte yang telah disediakan di tiap-tiap trayek.(LMC/Irma Yuni)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey