Home / Headline / Warga Medan Kembali Abai Protokol Kesehatan, 72 Orang Terjaring Tak Pakai Masker

Warga Medan Kembali Abai Protokol Kesehatan, 72 Orang Terjaring Tak Pakai Masker

Petugas menggelar razia masker di Jalan Marelan Raya, Sabtu (19/12) malam, petugas kembali mendapati 72 warga yang melintas tidak mengenakan masker .(Foto:LintasMedan/ist)

Medan,20/12 (LintasMedan) – Pandemi Covid 19 di Kota Medan belum berakhir, petugas dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Medan masih terus gencar melakukan razia protokol kesehatan di sejumlah tempat di kota metropolitan ini. Sayangnya masih banyak warga Kota Medan yang terkesan abai dan tidak menggunakan masker.

Pada razia yang digelar di Jalan Marelan Raya, Sabtu (19/12) malam, petugas kembali mendapati 72 warga yang melintas tidak mengenakan masker

Akibatnya 51 diantaranya mendapat tindakan hukuman sosial berupa push up dan 21 orang lainnya mendapatkan tindakan penahanan Kartu Identitas (KTP-EL).

Razia masker dan Prokes ini dipimpin Kepala Seksi Teknis Fungsional Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan Hendro Saut Manuntun Mulianto Tampubolon ini juga membawa serta Duta Perubahan Perilaku Satpol PP yang berfungsi memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang Perwal Nomor 27/2020 dan Prokes yang harus ditaati dalam mengadaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid 19.

Hendro mengungkapkan, meskipun grafik penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di Kota Medan masih dapat digolongkan landai, namun tim gabungan tidak lantas mengendurkan pengawasan. Tim gabungan tersebut terus melakukan sosialisasi Peraturan Wali Kota Medan (Perwal) Nomor 27 Tahun 2020 Tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease (Covid 19) sekaligus Razia Masker.

“Tim gabungan berkomitmen secara berkesinambungan akan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk senantiasa menaati prokes dimanapun berada terutama saat diluar rumah. Masih banyak yang tidak mengindahkan aturan yang Pemko Medan keluarkan, terbukti malam ini cukup banyak warga yang terjaring razia. Setiap tim gabungan melakukan sosialisasi dan razia, kami juga menyertakan duta-duta perubahan perilaku yang secara lebih intensif melakukan sosialisasi kepada warga,” paparnya.

Hendro mengatakan, Tim gabungan termasuk Duta Perubahan Perilaku ini melakukan sosialisasi sekaligus razia untuk lebih menekankan kepada masyarakat taat prokes, karena pandemi ini belum berakhir sehingga pengamanan diri sendiri harus terus dilakukan guna menghindarkan tertular virus Corona. “Duta Perubahan Perilaku ini diturunkan guna melakukan sosialisasi pentingnya menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer dan menjaga jarak bagi masyarakat secara terus menerus hingga terjadinya perubahan perilaku yang bersifat masif di seluruh Kota Medan,” ungkap Hendro.

Jika perubahan perilaku secara masif ini telah terealisasi, lanjut Hendro, maka warga sendiri telah menjadikan 3M tersebut sebagai kebiasaan baru yang terus mereka lakukan. “Diharapkan 3M ini menjadi budaya dan kebiasaan baru yang nantinya mengakar di tengah masyarakat Kota Medan. Sebenarnya 3M sendiri seharusnya dapat diterapkan tidak hanya pada masa pandemi saja melainkan setelahnya juga dapat diterapkan walaupun tidak seketat sekarang ini, ” ujar Hendro.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey