Home / Headline / Gubernur dan Forkopimda Awali Vaksinasi COVID-19 di Sumut

Gubernur dan Forkopimda Awali Vaksinasi COVID-19 di Sumut

Proses penyuntikan perdana vaksin COVID-19 di Sumut diawali kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di aula Tengku Rizal Nurdin, komplek rumah dinas gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Kamis (14/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 14/1 (LintasMedan) – Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 di Sumut.

Proses vaksinasi terhadap Edy dilakukan di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (14/1).

Edy Rahmayadi terlihat mengenakan kaos putih dan celana hitam saat di vaksin. Sekitar pukul 10.20 WIB, proses vaksinasi dimulai oleh tim dari Dinas Kesehatan Sumut.

Sebelum akan disuntik, petugas terlebih dahulu memeriksa suhu tubuh dan kesehatan dari Edy.

Setelah melewati pemeriksaan, dia kemudian disuntikkan vaksin Sinovac buatan China di lengannya.

Usai Edy Rahmayadi, selanjutnya disusul yang kedua oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin

Edy Rahmayadi mengaku tidak merasakan apa-apa setelah menjalani vaksinasi COVID-19. Bahkan, dia merasa badannya tambah sehat usai divaksin.

“Divaksin rasa-rasanya semakin sehat saya,” ujar Gubernur.

Ia mengatakan tidak etis bagi masyarakat yang menolak vaksin, karena vaksinasi dilakukan dalam rangka memutus dan menghambat memperkecil berkembanganya COVID-19 di Indonesia, termasuk Sumut.

“Kalau darurat kita tidak punya pilihan. Kita harus divaksin,” kata Edy.

Dikatakannya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sudah menyatakan vaksin COVID-19 aman untuk disuntikkan.

Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah menyatakan halal.

Sumut, menurut Edy, sudah siap melaksanakan vaksinasi dan telah menyiapkan tempat pendingin atau cold storage khusus yang bisa menyimpan vaksin dengan suhu berkisar antara 2 hingga 8 derajat celcius.

Setelah menerima 40.000 vaksin tahap pertama, lanjut Gubernur, Sumut direncakan akan menerima tambahan sebanyak 34.000 dosis vaksin.

Ia mengingatkan kepada masyarakat bahwa protokol kesehatan tetap penting untuk diterapkan, meski sudah ada vaksinasi.

“Penerapan protokol kesehatan tidak berubah setelah vaksinasi, penerapan akan berubah setelah ada evaluasi dari perkembangan COVID-19,” tuturnya.

Beberapa reaksi
Koordinator Medis dan Paramedis Satgas Penanganan COVID-19 Sumut, Restuti Hidayani menjelaskan,
ada beberapa reaksi yang akan terjadi setelah mendapat vaksin, namun hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.
Reaksi itu, antara lain nyeri, kemerahan, demam, dan lain sebagainya.

Ia mengakatakan, setelah vaksinasi perdana yang diberikan kepada Gubernur dan Forkopimda Sumut, vaksinasi akan dilakukan di wilayah Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang).

Penerima vaksin sementara di wilayah Mebidang, terdiri dari Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) berjumlah 26.093 orang, dan pejabat publik sebanyak 30 orang.

Medan adalah kota terbanyak yang menerima vaksin.

Pada termin kedua, vaksinasi akan dilakukan di luar wilayah Mebidang. Beberapa persiapan yang telah dilaksanakan, antara lain pemantauan kesiapan cold storage di kabupaten/kota, pelatihan tenaga vaksinator bagi 1.500 orang, hingga koordinasi lintas sektor. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey