Home / Headline / Keluarga Korban Sesalkan PT SMGP, Menjengukpun Mereka Tak Mau

Keluarga Korban Sesalkan PT SMGP, Menjengukpun Mereka Tak Mau

Erwin Efendi Lubis (Ketua DPRD Madina) saat menjenguk para korban gas beracun milik PT SMGP di RSU Panyabungan, Selasa, 26/1 (Foto:LintasMedan/Irwan Arifianto)

Madina, 26/1 (LintasMedan) –
Warga Desa Sibanggor Julu dan Sibanggor Tonga Madina yang bersentuhan langsung dengan wilayah kerja PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) menyatakan kekecewaan atas sikap manajemen perusahaan paska terjadi insiden gas beracun yang menimbulkan korban jiwa baru-baru ini. 

“Bahkan  pihak perusahaan sampai saat ini tidak ada yang mau menjenguk korban yang masih kritis,” kata Parwis (35) warga Sibanggor Julu, kepada lintasmedan.com di RSU Panyabungan, Selasa (26/1).

Parwis mengaku dua keluarganya menjadi korban H2S milik PT SMGP dan hingga kini masih terbaring di ruang ICU dan tidak sadarkan diri.

Ia menyampaikan kekecewaan tersebut, ditambah lagi pihak manajemen yang seolah terus mencari alibi seolah menyalahkan warga yang tak mendengar ada imbauan untuk tidak kesawah.

“Pemberitahuan dilakukan sekira pukul 10.00 warga sudah ke sawah pukul 07.30.Dari mana lagi bisa mendengar informasinya. Apalagi matapencaharian kita memang dari bersawah,” ungkapnya.

Parwis juga mengungkap warga sebenarnya telah lama kecewa dengan pihak perusahaan yang sebelumnya juga kerap mengusir warga yang sedang bersawah dan berladang hingga sering terjadi perdebatan.

Awalnya pihak PT SMGP sempat merespon akan memberikan kompensasi ke warga per ladang sebesar Rp40.000.

Menurut dia, perusahaan saat itu mengebor sebanyak tujuh lubang sumur yang diantaranya berada di lokasi tersebut. Untuk satu lubang selama satu bulan masa testnya, namun kompensasi tidak lagi pernah diberikan hingga saat ini kepada warga yang terhalang untuk kesawah.

“Sampai saat ini semaunya saja orang itu. Mau test-test tidak dihiraukan lagi masyarakat. Padahal cari makan sudah terganggu, ” sesalnya.

Sementara, kata dia CSR perusahaanpun warga Sibanggor Julu tidak pernah mendapat, meski berdekatan langsung dengan perusahaan.

Warga Sibanggor Julu sebut dia banyak yang menganggur.

“Lokasi pengeboran itu di Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Desa Sibanggor Julu, Sibanggor Tonga, Hutalombang, Hutanamale. Seharusnya disinilah yang layak diperhatikan,” ungkapnya.

Ia juga menyesalkan pipa panas produksi sudah membentang di atas lahan pertanian mereka. Tidak ada jarak dan sudah bersentuhan jika warga menanam padi.

Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis juga mendesak PT SMGP  bertanggungjawab atas insiden tersebut dan tidak malah mencari -cari alibi.

Erwin menyebutkan kejadian itu murni kesalahan perusahaan. Tidak segera mengantisipasi dan menutup sumur saat mengetahui terjadi kebocoran.

“DPRD akan tindaklanjuti kasus ini yang telah memakan korban. Kami akan kawal hingga tuntas agar ditindak sesuai prosedur,” tegas Erwin saat menjenguk korban yang dirawat di RSU Panyabungan.

“Apapun alasannya, apa itu kelalaian atau humman eror tetap perusahaan harus bertanggungjawab, baik materi atau non materi. Jangan sampai masyarakat semakin berontak dan menolak keberadaan perusahaan ini,” tegasnya. (LMC-04)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey