Home / Hukum / Melawan Saat Ditangkap Residivis Kena Dor Polisi

Melawan Saat Ditangkap Residivis Kena Dor Polisi

Seorang residivis terpaksa ditembak bagian kakinya oleh aparat karena mencoba melawan petugas, Rabu (13/1).(Foto:LintasMedan/Dadi Suryadi)

Asahan, 13/1 (LintasMedan) – Daniel Simarmata alias Niel, warga jalan Sei Tanjung Kelurahan Sendang Sari Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan, terpaksa ditembak personil Satreskrim Polres Asahan karena melawan saat ditangkap.

Perlawanan residivis dengan berbagai kasus ini terhenti usai sebutir timah panas menembus kaki kirinya, saat sebelumnya coba melukai anggota tim yang dipimpin langsung Kanit Jahtanras Iptu Moelyoto SH, Rabu (13/1) sekira pukul 15.15 WIB, di sekitaran Jalan SM Raja Kelurahan Kisaran Barat Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan.

“Saat mau ditangkap, pelaku mencoba melukai anggota menggunakan potongan gunting yang sudah dimodifikasi menyerupai pisau. Jadi menghindari hal yang tak diinginkan terpaksa kita lakukan tindakan terukur. Pelaku ini sebelumnya sudah 3 kali masuk penjara. 2 kali curi kreta dan 1 kali curi Hp. Pelaku diketahui memang sering membawa senjata tajam setiap beraksi,” terang Kapolres Asahan melalui Kasat Reskrim AKP Rahmadani SH, sekira pukul 17.25 WIB.

Ditambahkannya, Pelaku diringkus berawal dari laporan seorang warga, yang mengaku kehilangan satu unit sepeda motor dan sebuah tabung gas elpigi 3 Kg dari dalam warungnya, Minggu (03/01) pagi.

“Kira-kira jam 6 pagi, istri korban pas mau belanja ke pajak dah gak liat kereta. Diliatnya pintu warung sudah terbuka. Dicek lagi rupanya tabung gasnya juga sudah hilang. Langsung dibanguninya suaminya. Warung itu sekaligus rumah tempat tinggal juga,” ungkap Ramadhani.

“Pengakuan pelaku main 2 sama kawannya. Saat ini identitas pelaku satu lagi sudah kita ketahui dan dalam pengejaran,” akhir Rahmadani di Mapolres Asahan.

Ditanyai wartawan, pelaku mengaku awalnya hanya berniat mencuri tabung gas milik korban.

Hanya saja, saat akan keluar, dirinya melihat satu unit sepeda motor milik korban, Honda Scoopy BK 4221 VAI dengan kondisi Kunci masih tergantung.

“Pas kami lewat, ku tengok gemboknya rusak. Trus aku turun (masuk ke warung). Gitu mau keluar, nampak kreta ada kuncinya, langsung kubawa lah bang,” aku Niel ditanyai.

Diakui Niel, sepeda motor korban langsung digadaikannya kepada seorang kenalannya.

“Gitu dapat langsung kugadai Rp 750 ribu sama kawanku, orang Air Joman. Aku main sama si Koko bang, anak (jalan Patimura). Kalau tabungnya kubawa ke rumah,” ucapnya lagi usai mendapatkan perawatan tim medis RS HAMS Kisaran.(LMC/C-06)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey