Home / Sumut / PMI Madina Bantu Warga Terdampak Gas Beracun PT SMGP

PMI Madina Bantu Warga Terdampak Gas Beracun PT SMGP

Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mandaling Natal menyerahkan paket bantuan kepada perwakilan warga Desa Purba Julu yang terdampak pencemaran gas beracun, di Masjid Agung Nur Ala Nur Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan. (Foto: LintasMedan/Iwan)

Madina, 26/1 (LintasMedan) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyalurkan paket bantuan kepada sejumlah kepala keluarga terdampak gas beracun perusahaan penambangan energi panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang mengungsi di Masjid Agung Nur Ala Nur Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan.

Bantuan berupa selimut, odol, sikat gigi, wipol, handuk, sabun dan masker ini langsung diserahkan Ketua PMI Madina, Ny Ika Desika Dahlan Hasan yang diwakili Sekretaris, Zulham, Selasa (26/1).

Zulham menuturkan, pemberian bantuan kepada pengungsi asal Desa Purba Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi tersebut sebagai bentuk empati PMI kepada warga yang terdampak dari uji coba pembukaan sumur baru PT SMGP.

“Saat ini kita baru bisa memberikan bantuan yang paling dibutuhkan oleh para pengungsi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Purba Julu, Pamusuk Hasibuan menyampaikan terima kasih atas kepedulian PMI Madina membantu meringankan beban para kepala keluarga korban pencemaran gas beracun atau H2S tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Madina yang telah memberikan bantuan kepada warga yang terdampak musibah gas beracun,” ucap dia.

Menurut dia, sejumlah kepala keluarga hingga saat ini memilih bertahan sementara di lokasi pengungsian karena masih trauma dengan tragedi semburan gas beracun di area penambangan energi panas bumi PT SMGP.

Disebutkannya, jarak antara permukiman warga terdampak gas beracun dengan lokasi sumur baru panas bumi PT SMGP sekitar 2,5 kilometer.

“Kami masih merasa khawatir terhadap kemungkinan terjadi lagi keluarnya gas beracun dari sumur panas bumi PT SMGP,” tambahnya.

Karena itu, kata Pamusuk, mereka sepakat untuk bertahan sementara di lokasi pengungsian sampai Pemerintah memastikan situasi Desa Purba Julu aman dari pencemaran gas beracun.

Sebagaimana diketahui, pencemaran gas beracun dari lokasi penambagan energi panas bumi yang dikelola PT SMGP pada Senin (25/1) telah mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan puluhan terpaksa menjalani perawatan medik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan. (LMC-06)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey