Home / Headline / Sudah Lima Orang Meninggal Akibat Keracunan Gas di Kabupaten Madina

Sudah Lima Orang Meninggal Akibat Keracunan Gas di Kabupaten Madina

Petugas medis dibantu warga mengevakuasi seorang warga korban keracunan gas di di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (25/1). (Foto: LintasMedan/Iwan)

Mandailing Natal, 25/1 (LintasMedan) – Jumlah korban tewas diduga akibat terhirup gas beracun perusahaan tambang milik PT. Sorik Marapi Geotermal Power (SMGP) di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dilaporkan sudah mencapai lima orang dan puluhan orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum (RSU) Panyabungan, Senin (25/1

Wartawan lintasmedan.com dari Panyabungan, melaporkan, korban meninggal sebagian besar wanita, terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak.

Sebanyak empat orang korban dinyatakan meninggal saat dalam perawatan intensif RSU Panyabungan dan satu orang lagi menghembuskan nafas terakhir di Puskesmas Sibanggor.

Tragedi gas beracun atau H2S memicu amarah sejumlah warga di sekitar wilayah kerja perusahaan tambang PT. SMGP.

Bahkan, warga sempat menyandera ambulance Dinas Kesehatan Madina serta beberapa unit mobil kenderaan lain yang digunakan mengevakuasi korban.

Satu unit mobil ambulance Dinas Kesehatan Madina mengalami rusak parah akibat menjadi sasaran amarah warga yang mayoritas petani.

Pascaperistiwa itu, sejumlah aparat kepolisian dari Polres Madina melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi usaha PT SMGP.

Sejumlah karyawan PT SMGP secara bertahap dievakuasi, termasuk tenaga kerja asing dari Tiongkok.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat pekerja PT SMGP melakukan uji sumur baru dan ketika kran pengunci pipa dibuka gas H2S menyembur ke udara dan akhirnya terhirup warga di sekitar lokasi penambangan panas bumi tersebut.

Humas PT SMGP Krisna ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak mengkategorikan kejadian itu sebagai kebocoran gas, tetapi lepasan mengandungs H2S pada saat proses pembukaan sumur.

“Kami telah bekerjasama dengan semua pihak melakukan penanganan untuk mencegah kejadian kembali. Mohon ditunggu untuk pernyataan dari perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyesalkan terjadinya peristiwa yang telah mengakibatkan korban jiwa itu.

Terkait peristiwa itu, pihaknya berencana melaporkan PT SMGP ke pihak kepolisian karena Bupati menilai perusahaan tersebut selama ini tidak kooperatif dengan pemerintah daerah, terutama dalam konteks dokumen analisa mengenai dampak lingkungan atau Amdal dan keselamatan warga sekitar. (LMC-05)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey