Home / Sumut / Ketua DPRD Madina Tegaskan Dukung Pembentukan Pansus PT SMGP

Ketua DPRD Madina Tegaskan Dukung Pembentukan Pansus PT SMGP

Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis saat menerima massa Aliansi Perhimpunan Pemuda Madina Bersatu (APPMB) yang berunjuk rasa di depan gedung kantor DPRD Kabupaten Madina, Kecamatan Panyabungan, Rabu (17/2). (Foto: LintasMedan/Iwan)

Madina,17/2 (LintasMedan) – Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis menegaskan dirinya mendukung bila lembaga legislatif yang dipimpinnya itu membentuk panitia khusus (pansus) PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) pascatragedi gas beracun dari kebocoran pipa di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, pada 25 Januari 2021.

Pernyataan tersebut diungkapkan Erwin Efendi Lubis saat menerima massa pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Perhimpunan Pemuda Madina Bersatu (APPMB) di kantor DPRD Kabupaten Madina, Kecamatan Panyabungan, Rabu (17/2).

“Kami (DPRD Madina) tidak pernah melacurkan diri kami untuk menjadi perwakilan perusahaan (PT SMGP), saya jamin itu,” katanya.

Erwin menjelaskan, pansus merupakan alat di lembaga legislatif dalam melakukan investigasi suatu persoalan.

Namun, menurut dia, hingga saat ini belum ada inisiasi dari fraksi di DPRD Madina mengenai rencana pembentukan pansus PT SMGP.

“Belum ada masuk siapa inisiasi untuk pansus itu. Kalau ada inisiasi, saya proses. Kita akan segera bentuk pansus,” ujarnya.

Ia memastikan, kalangan DPRD Madina dalam menyikapi tragedi pipa gas bocor PT SMGP berkomitmen berada di pihak masyarakat, bukan pro perusahaan.

“Buktikan kalau kami DPRD lebih pro perusahaan dari pada rakyat. Satu contoh saja apabila ada indikasi itu,” tambahnya seraya menepis persepsi negatif yang diperkirakan sempat beredar di tengah masyarakat.

Massa aksi pun menyambut baik tanggapan dan penjelasan ketua dewan itu. Usai berorasi, massa pun membubarkan diri.

Sebelumnya, massa APPMB saat menggelar unjuk rasa damai mendesak DPRD Kabupaten Madina membentuk pansus PT SMGP.

“Usulan pembentukan pansus tersebut bertujuan untuk membuktikan keseriusan dan keberpihakan DPRD Kabupaten Madina dalam menyikapi kasus kebocoran pipa gas PT SMGP yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia,” kata Deddy Jackson selaku koordinator pengunjuk rasa.

Selain itu, APPMB juga meminta DPRD dan Pemerintah Kabupaten Madina merekomendasikan penutupan PT SMGP karena dinilai telah lalai dalam menjalankan operasionalnya sehingga mengakibatkan korban jiwa.

Setelah mendengar penjelasan Ketua DPRD Madina, massa APPMB menyambut baik dan beberapa saat kemudian membubarkan diri.

Sebagaimana diketahui, pipa gas milik PT SMGP di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal mengalami kebocoran pada Senin (25/1) yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan 24 orang lainnya pingsan.

Peristiwa terjadi ketika salah seorang pekerja PT SMGP berinisial DD membuka kran master palep untuk mengalirkan panas bumi atau fluida ke pipa sbend.

Namun saat pipa kran isolasi panas bumi itu dibuka malah mengeluarkan gas beracun dan menimbulkan korban jiwa.

PT SMGP yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh KS Orka Renewables Pte Ltd, perusahaan pengembang dan operator panas bumi yang berbasis di Singapura, memulai proyek ini pada pertengahan tahun 2016. (LMC-04)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey